Tajam News

Diwarnai Kericuhan, Semen Padang Taklukan PSIR Rembang

REMBANG,Mediatajam.Com  – Semen Padang FC berhasil mengalahkan tuan rumah PSIR Rembang dengan skor 2-1 pada laga lanjutan Liga 2 di Stadion Krida, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (28/4) sore.

Tim PSIR yang diarsiteki Uston Nawawi lebih dahulu unggul lewat gol tendangan bebas di luar kotak penalti Rudi Santoso pada menit ke 6

Tertinggal 0-1, tim Semen Padang mencoba mengejar ketertinggalan. Anak asuh Syafrianto Rusli beberapa kali berhasil membahayakan gawang PSIR.

Meski demikian, hingga turun minum skor 1-0 untuk Laskar Dampo Awang tak berubah.

Pada babak kedua, Semen Padang meningkatkan agresifitas. Tim tamu berhasil menyamakan kedudukan melalui tandukan Afriansyah memanfaatkan umpan Leo Guntara pada menit ke 62.

Skor 1-1 membuat tempo permainan semakin meningkat. Kedua tim silih berganti melakukan serangan.

Petaka bagi tuan rumah terjadi pada menit akhir pertandingan . Tiga menit tambahan waktu yang diberikan wasit berhasil dimanfaatkan pemain Mardiono. Mardiono berhasil membalikkan skor menjadi 2-1 untuk Semen Padang.

Sebelum gol tercipta, sempat terjadi benturan antara Mardiono dengan Kiper PSIR Yogi Eko. Meski demikian , Wasit Iwan Buana tak menganggap itu sebuah pelanggaran.

Keunggulan Semen Padang FC 2-1 atas tuan rumah bertahan hingga peluit akhir.

Dengan kemenangan ini Semen Padang FC berhasil menghuni peringkat 5 klasemen sementara Wilayah Barat dengan poin 3 dari dua laga. Sedangkan tuan rumah berada di posisi 11 dengan dua kekalahan.

Pelatih Semen Padang, Safriyanto Rusli mengaku bersyukur atas kemenangan timnya. “Anak-anak tampil maksimal. Ini hasil yang patut kita syukuri,” ucapnya.

Sementara itu pelatih PSIR, Uston Nawai enggan berkomentar banyak atas kekalahan yang dialami timnya.

“Kita akan lakukan pembenahan,” ucapnya secara singkat

Dalam pertandingan liga 2 itu beberapa pemain PSIR kedapatan melarang wartawan mengambil gambar saat terjadi kericuhan. Bahkan kamera seorang wartawan televisi, Sarman Wibowo dirampas pemain. Hampir 1 jam baru dikembalikan. Namun kondisi kamera sudah dalam keadaan rusak dan kartu memorinya tak bisa dibuka

Saat dikonfirmasi Sarman Wibowo mengatakan atas peristiwa itu Manajer PSIR, Wiwin Winarto dan sejumlah pemain PSIR, Sabtu malam datang ke rumahnya di Kedungdoro Kelurahan Leteh Rembang guna meminta maaf . Pemain mengaku khilaf, karena emosi sesaat. Sarman juga mendesak penggantian kameranya yang rusak.

“Intinya sudah diselesaikan secara musyawarah. Manajemen PSIR menyanggupi mengganti kamera saya yang rusak, “ ujar Sarman.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang, Djamal A. Garhan mengingatkan mengahalangi kerja wartawan adalah pelanggaran hukum. Apalagi sampai mengancam dan merusak sarana liputan. Ia menekankan kejadian serupa tidak boleh terulang kembali. Lebih – lebih PSIR juga membutuhkan peran wartawan, untuk memenuhi kewajiban konferensi pers sebelum maupun sesudah pertandingan, selama kompetisi Liga 2.

“Ini pelajaran berharga untuk kita semua. Publik cinta PSIR, jangan sampai emosi sesaat malah merugikan PSIR. Wartawan menjalankan tugas untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Pemain juga berjuang demi prestasi PSIR. Mari sama – sama saling menghormati, biar PSSI tidak menjatuhkan sanksi berat kepada PSIR, ” tegasnya (Hasan Yahya)