REMBANG,mediatajam.com – Ribuan warga dari dalam dan luar daerah mengikuti acara doa bersama dalam rangka memperingati 40 hari wafatnya KH. Maimoen Zubair di Pondok Pesantren Al Anwar Sarang Sabtu malam (15 September 2019)
Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh ulama dan para habaib , Menteri Agama Lukman Hakim, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Agama Jawa Tengah Farhani dan sejumlah Pejabat Pemerintah Propinsi Jawa Tengah serta Muspida setempat .
Dihadapan anggota keluarga Mbah Mun dan ribuan tamu undangan Menteri Agama Lukman Hakim meminta maaf bilamana ia yang bertanggung jawab dalam proses pemakaman Mbah Moen memiliki kekurangan.
“Saya hadir ini bukan hanya menyambung silaturrahmi saja , saya hadir di sini untuk menyampaikan maaf saya sebesar-besarnya. Khususnya kepada keluarga besar, Bu Nyai, putra-putri almaghfurlah, Kiai Maimoen Zubair dan santri. Saya mohon maaf bila ketika mengurus jenazah almarhum saat itu , banyak hal yang tidak pada tempatnya,” kata Lukman.

Ia pun mengharap maklum kepada warga Indonesia terkait prosesi pemakaman jenazah Mbah Moen yang berbeda dengan tradisi pemakaman di Indonesia. Sebab, Mbah Moen dimakamkan di Ma’la Mekah, sehingga harus mengikuti tata cara disana.
Selain itu dalam sambutannya Lukman Hakim juga mengaku takjub soal proses pemakaman Mbah Moen di Arab Saudi yang terkesan dimudahkan segala urusannya. Meskipun prosesnya dilakukan di negara lain yang pada umunya akan lebih sulit.
“Bahkan, KH Mustofa Aqil mengatakan, meski sudah wafat, beliau mengurus dirinya sendiri. Karena kebesaran beliau, semua urusan pemakaman dimudahkan,” ucapnya.
Lukman berterimakasih pada pemerintah Arab Saudi, KJRI, dan santri Mbah Moen yang kebetulan sedang berhaji ketika Mbah Moen meninggal. Lukman mengatakan, bersama banyak pihak lain, mereka semua telah membantu proses pemakaman Mbah Moen.
Acara doa bersama diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Habib Abubakar Assegaf dan ditutup dengan doa oleh Habib Lutfi Bin Yahya .(san)


