Kendal,Mediatajam.com – Dalam Peringatan Haul ke-19 makam Auliya Allah ini mengambil tema Budayakan Tawassul dan Temu Alumni Gus Lukman (selaku penemu makam Habib Dja’far Syakhoni Assegaf, Syarifah Muyasaroh, dan Habib Abdullah Sulaiman Al-Andalusiy di desa Nawangsari kecamatan Weleri kabupaten Kendal pada Rabu (26/9/2019).
Hadir diantaranya Putra Gus Lukman, Perwakilan Kecamatan Weleri, Kepala Bidang Dinas Pariwisata kabupaten Kendal, Kardiyantono, beserta Banser Ranting Nawangsari, Ansor PAC Weleri beserta Fatayat Muslimat NU dan Ulama setempat.
Wakil ketua panitia Abdul Khandik mengatakan, rangkaian kegiatan ini kita melakukan ziarah ke makam KH. Lukman Syakir Junaedi (Gus Lukman) dilanjutkan tirakat pengajian umum.
“Gus Lukman adalah sosok ulama karismatik yang menemukan jejak makam auliya Allah yang sekarang disebut Habib Dja’far Syaikhoni Assegaf, Syarifah Muyassaroh, dan Habib Abdullah Sulaiman Al-Andalusiy dengan ijin Allah dan kebesaranNya memberikan petunjuk. Sebenarnya masih ada makam lagi akan tetapi belum sempat dilanjutkan beliau,” katanya.
Dalam sambutannya Shuniyya Ruhama, pengajar PPTQ Al Istiqomah Weleri menceritakan kekeramatan ulama/makam auliya ini tidak semudah memberikan mahesan makam. Gus Lukman ketika itu melakukan laku puasa putih 7 hari bermunajat minta petunjuk pada Allah tentang karomah Auliya serta nama beliau.
“Untuk haul ke-19 saya bersama sahabat semua; berdzikir kepada Allah di makam serta habaib guna meminta ijin untuk mempublikasikannya. Alhamdulilah direstui, serta mensyiarkan mencari jejak silsilah. Langkah kedepanya meminta restu Maulana Habib Lutfi Bin Yahya Pekalongan,” imbuhnya.
Menegaskan Habib Dja’far ketika melakukan spiritual selama 1 bulan lebih mendapatkan petunjuk para sesepuh beliau adalah termasuk salah satu pejuang semasa jaman Belanda yang dikenal dengan VOC karena hidup pada kurun tahun 1770 setelah kerajaan Mataram menyerahkan Pantai Utara Jawa termasuk Kendal kepada VOC, dan menyambung perjuangan Rajekwesi, pangeran Bhaurekso Kendal (Bupati Kendal pertama kali),” ungkapnya saat mengutip catatan Gus Lukman.
Ketika kita khusuk berada di lokasi makam akan merasakan kekeramatan dan karomah beliau sangat luar biasa. Saat duduk bertawasul meminta pertolongan Pada Allah SWT mengharap berkah perantara para Habaib, ulama, beserta kyai yang sudah mendahului kita.
Masyarakat tidak perlu ragu dan bimbang atas kebenaran ini, diakui pula Abuya Rosyidi yang juga pengasuh salah satu pengasuh Pondok Pesantren di Kangkung. “Haul terdahulu diisi oleh Habib Firdaus Al-Munawar Kendal, ” imbuhnya
Senada dengan itu, KH Rosyidi, dalam ceramahnya juga mengatakan “Biarkan orang bicara apa karena tidak tahu karomah makam auliya yang ada di sini. Hanya orang-orang pilihanlah yang tahu. Maksud tujuan kita mengingat mati dan tidak melupakan perjuangan para ulama, kyai, tokoh nasional terdahulu di bumi kendal yang sudah meninggal.”
“Untuk wilayah Kendal ada ribuan makam wali. Saya bersama santri baru mendata ada 200an makam auliya yang terpendam bisa terungkap. Sembari meminta saran Abuya Habib Lutfi pula tentang temuan makam/punden dan disahkan jika benar katakan benar jika tidak ya tidak,” ungkapnya dalam ceramah.
Kejadian itu dirasakan Cak Wer (41), warga Karanganom Weleri. Ia mengungkapkan saat pengajian umum. Ingin berdoa di makam Auliya belum sampai lokasi baru berdiri di samping pohon, seluruh badan gemetar serta mengeluarkan air mata. “Pertanda kebesaran Allah itu nyata tanpa dilihat tapi bisa dirasakan dengan hati,” ungkapnya.
Disisi lain, Kabid Disporapar Kab. Kendal dalam sambutannya mengatakan “Jika makam-makam ini ke depan bisa memberikan dampak positif, kami dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kendal mendukung langkah-langkah ke depan agar bisa menjadi destinasi wisata religi, ” harapnya .**m.syifak


