Tajam News

Ikut Program Pendidikan dan Pelatihan Ketrampilan Industri Migas , 74 Orang Lulus Ujian Sertifikasi

BLORA,Mediatajam.Com _  Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Migas (PPSDM) bekerjasama dengan LSM LIMA 2B Bojonegoro, PT Pertamina EP Cepu (PEPC),  SKK MIGAS , dan Disperinaker Kabupaten Bojonegoro menggelar Program Pendidikan dan Pelatihan Ketrampilan Industri Migas . Dalam program tersebut sebanyak. 74 peserta dinyatakan lulus ujian sertifikasi

Berdasarkan data yang ada, semula jumlah peserta ada sebanyak 75 orang, namun 1 orang peserta mengundurkan diri. Dari 74 peserta ini terdapat beberapa yang menunjukkan prestasi terbaik. Untuk ujian Operator scaffolding peringkat 3 Ahmad Muslikin, peringkat 2: Aris Wibowo dan peringkat 1: M.Mugiyono.

Sedangkan untuk ujian juru ikat beban(Rigger) peringkat 3: Saipul Rokhim, peringkat 2: Suhariyono dan peringkat 1: M.Abdul Azis

Sementara itu, untuk ujian Kesehatan dan Keselamatan Kerja(K3) peringkat 3: Lingga Arisa Pratama, peringkat 2: Dianti, dan eringkat 1: Agus Budianto

Sebelum acara kelulusan, PEPC mengawali dengan pemaparan Visi Misi PEPC yang disampaikan oleh PGA & Relation Manager, Kunadi.

Selanjutnya dilakukan survey pemahaman visi misi kepada seluruh peserta dan ternyata lebih dari 70 % peserta dapat memahami visi misi PEPC dengan baik.

Public Government Affairs & Relation Manager PT Pertamina EP Cepu Kunadi mengungkapkan rasa bangganya menjadi bagian dari program yang dilakukan bersama, berkolaborasi, bersinergi dengan masyarakat sekitar operasi untuk mendukung kelancaran pembangunan proyek Jambaran Tiang Biru ( JTB ).

Kedepan bila sudah terjun ke lapangan pekerjaan, peserta diharapkan menjadi pribadi yang terampil, disiplin, dapat bekerjasama, tanggungjawab dan siap berkompetisi secara sehat.”terangnya Sabtu (14/4)

Kunadi juga berharap kepada seluruh peserta dan masyarakat Bojonegoro bahwa proyek JTB yang dilaksanakan oleh Konsorsium PT Rekayasa Industri (Rekind), JGC Indonesia, JGC Corporation Jepang terlaksana tepat waktu sehingga dapat memenuhi kebutuhan gas untuk penyediaan listrik khususnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah pada tahun 2021.

Perwakilan SKKMIGAS Jabanusa Fatah Yasin, mendoakan agar peserta program dapat bekerja  dalam proyek industri migas. Disarankan  peserta mencari informasi seluas-luasnya untuk mendapatkan informasi kebutuhan tenaga kerja dalam proyek proyek yang dicanangkan pemerintah.

Agus Supriyanto, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro memberikan pedoman untuk mampu berkompetisi. Anggapan negatif selama ini dari orang jonegoro adalah pemalas, dan menjadi stigma di masyarakat sebaiknya dihilangkan.

Terdapat tips dan trik, yaitu bekerjalah dengan teliti, dengan cara menyeimbangkan antara cepat dan teliti, sehingga dapat membuat keputusan yang tepat, Jalinlah komunikasi yang baik. Model mendikte, menggurui pasti akan membuat kinerja kita turun, jika dapat kesempatan bekerja di JTB, jangan cepat puas. Carilah pengalaman sampai keluar daerah atau luar negeri.

Dalam acara tersebut, Hank Subekti, Kepala Bidang Sarana dan Penyelenggara Diklat PPSDM mengatakan kesempatan yang ada mohon dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sudah semestinya para peserta program harus menjadi pribadi yang siap kerja.

Tak lupa, Hank mengatakan ucapan terimakasihnya pada SKKMIGAS Jabanusa, PEPC yang telah mempercayakan kegiatan serupa, bekerjasama dengan PPSDM selama 3 kali. Diharapkannya para peserta yang lulus ujian sertifikasi menerapkan budaya safety di lingkungan kerja manapun.

Mewakili para peserta program, Abdul Hadi dari Desa Gayam berharap program CSR tetap diadakan di masa mendatang agar masyarakat di sekitar proyek menjadi terampil dalam bidang industri migas.

Mulai tahun 2015, PEPC telah mengawali program serupa. Hingga saat ini, terdapat 270 orang yang telah lulus ujian sertifikasi melalui program yang diinisiasi oleh PEPC.Sebagian besar dari mereka telah mendapatkan pekerjaan. “terangnya

Terpisah Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Tajam Kab Rembang Sunarto berharap Program Pendidikan dan Pelatihan Ketrampilan Industri Migas yang dilakukan oleh PT Pertamina EP Cepu untuk masyarakat disekitar daerah operasi/proyeknya tersebut bisa di contoh oleh perusahaan yang ada di Kabupaten Rembang.**Hasan Yahya