Tajam News

Insentif Tenaga Kesehatan di Rembang Belum Terserap Penuh

Foto : Ali Syofi’i (Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang)

REMBANG, mediatajam.com – Anggaran insentif untuk tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Rembang masih belum terserap sepenuhnya. Dari anggaran Rp 14 miliar, baru terserap sekitar Rp 9,2 miliar.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang, Ali Syofi’i mengatakan untuk anggaran insentif tenaga kesehatan ada dua jenis. Pertama diperuntukan bagi nakes yang berperan dalam penanganan dan penanggulangan Covid-19. Selanjutnya bagi nakes yang khusus pelaksanaan vaksinasi.

“Insentif nakes untuk penanganan dan penanggulangan Covid-19 pada tahun sebelumnya menggunakan anggaran pusat pada tahun 2020. Sementara untuk ini, dianggarkan melalui Dana Refocusing di daerah yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH),” terangnya.

Sementara itu, lanjut Ali untuk insentif yang disalurkan pada 2020 yang menggunakan anggaran pusat tahun lalu, belum terbayarkan seluruhnya.

“Catatan kami di RSUD dan puskesmas baru terbayarkan sampai bulan Juli 2020,” ucapnya.

Lebih lanjut Ali menerangkan kekurangan pembayaran tersebut kemudian dibayarkan melalui dana refocusing. Selain itu, dana refocusing juga digunakan untuk pembayaran insentif nakes tahun 2021 dan dianggarkan sekitar Rp 14, 8 miliar.

“Dari anggaran tersebut realisasi saat ini digunakan untuk membayarkan hutan insentif RSUD dr R Soetrasno Rembang yang jumlahnya sekitar Rp 8,4 miliar. Yakni dari bulan Agustus sampai dengan Desember,” bebernya.

Ali menambahkan sisa anggaran sudah dibayarkan di puskesmas, saat ini baru ada enam puskesmas yang mengajukan klaim kepada DKK Rembang. Sehingga total realisasi anggaran untuk pembayaran insentif nakes saat ini Rp 9,2 miliar atau sekitar 62,8 persen.

“Selanjutnya puskesmas yang mengajukan proses pencairan ada 11 puskesmas yang menyusul dengan nilai Rp 1,65 miliar, sehingga diperkirakan untuk insentif nakes di Kab. Rembang masih tersisa sekitar Rp 3 miliar,” pungkasnya. (MM)