Tajam News

Kasus Covid-19 di Semarang Turun, Namun Angka Kematian Masih Tinggi

Semarang, koranborgol.com – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan , jika tingkat kematian akibat covid-19 di Kota Semarang, Jawa Tengah, masih tinggi.Meski mencatatkan penurunan sejak masa pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, tingkat kematian akibat covid-19 di wilayahnya masih di atas rata-rata nasional.

“Tingkat kematian, 3 juli 2021 ada 340 kasus sampai 20 juli rata-rata 271 kasus. Ada penurunan tapi prosentasinya masih tinggi, dari 64 persen turun menjadi 62 persen. Ini masih di atas rata-rata nasional,” kata Hendrar di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (21/07/ 2021).

Hendi menjelaskan, tingkat kasus aktif covid-19 di Kota Semarang mencatatkan angka penurunan signifikan. Menurutnya pada 3 Juli 2021, jumlah penderita covid-19 mencapai 2.349 orang.

“Tapi kemarin, turun menjadi 1.892 orang,” jelas Hendrar.

Menurut dia dengan adanya penurunan kasus aktif covid-19 ini, terjadi relaksasi pada tingkat keterisian tempat tidur dan ruang ICU isolasi di rumah sakit-rumah sakit di Kota Semarang.

Hendrar berujar pada awal-awal penerapan PPKM darurat, tingkat keterisian tempat tidur isolasi mencapai 94 persen, sedangkan tingkat keterisian ICU siolasi mencapai 96 persen.

“Hari ini BOR tempat tidur isolasi sudah 57 persen, tapi ICU masih 84 persen. Ini sebuah kemajuan, karena kita tahu dua sampai tiga pekan kemarin, antrian panjang sekali sampai ke IGD. Tapi hari ini, IGD clear,” pungkas Hendi.**Frin