Tajam News

Kasus Korupsi Embung Desa Gegersimo Masuk Tahap Kedua di Kejari Rembang

Wisnu Ngudi Wibowo (Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Rembang)

REMBANG, Mediatajam.com – Kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pembangunan embung di Desa Gegersimo, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah memasuki pelaksanaan tahap kedua.

“Saat ini pelaksanaan tahap dua perkara tindak pidana korupsi pembangunan embung di Desa Gegersimo, dan kita telah menyerahkan ke empat tersangka beserta barang bukti dari Jaksa Penyidik ke Jaksa Penuntut Umum Kejari Rembang,” ungkap Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Rembang, Wisnu Ngudi Wibowo saat ditemui di kantornya, Rabu (7/7/2021).

Wisnu mengatakan berdasarkan hasil tindak lanjut penyelidikan serta pemeriksaan ditemukan ketidaksesuaian, dan hasil audit pemeriksaan oleh inspektorat ditemukan kerugian negara sekitar Rp 107 juta.

“Dari situlah kita mempunyai dasar penyidikan dan penetapan empat orang tersangka, meliputi Kades Gegersimo berinsial SK, SM Sekretaris Desa beserta dua orang rekanan lainnya H dan S sebagai supplier,” terangnya.

Wisnu menjelaskan saat ini empat orang tersangka sudah menjalani penahanan di Rutan Rembang selama 20 hari kedepan.

“Hal ini sesuai kewenangan Jaksa Penuntut Umum untuk melakukan penahanan empat orang tersangka selama 20 hari kedepan, tentunya untuk melengkapi surat dakwaan dan melengkapi berkas perkara,” jelasnya.

Wisnu Ngudi Wibowo (Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Rembang)

Wisnu menambahkan nantinya setelah surat dakwaan dinyatakan lengkap, selanjutkan akan dilakukan pelimpahan berkas perkara ke Pengadilan Tipikor Jawa Tengah.

“Sehubungan kondisi saat ini masih pandemi Covid-19, perkiraan kami nantinya pelaksanaan persidangan akan digelar secara virtual,” ucapnya.

“Terkait pasal sangkaan para terdakwa, untuk primer pasal 2 ayat 1 UU Tipikor Junto pasal 18, Juncto pasal 55 ayat 1 KUHP, sedangkan untuk subsider pasal 3 Juncto pasal 18 UU Tipikor Juncto 55 Ayat 1 KUHP, dan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun,” pungkasnya. (MM)