Tajam News

Kasus Penyerangan Ahmad Zaenuri Di Kendal, Itu Kriminal Murni

SEMARANG,MEDIATAJAM.COM _ Kasus penyerangan terhadap Ahmad warga Kendal, menurut Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Drs Condro Kirono M.M., M.Hum, adalah kriminal murni. Yang membuat heboh adalah, ada orang yang  mengunggahnya ke  media sosial dengan menambahkan tulisan bahwa kasus itu seolah-olah merupakan ulah PKI.

“Kasus penyerangan ulama yang di Kendal itu ditumpangi pihak yang tak bertanggung jawab. Di media sosial dinyatakan bahwa pelaku merupakan jaringan organisasi partai terlarang di Indonesia. Padahal, sudah kami jelaskan bila hasil penyelidikan ini kriminal murni, sesuai dengan pengakuan tersangka”, ungkap Kapolda Jateng di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Semarang, Rabu (21/3).

Hoaks seputar penyerangan ulama di Kendal tersebut spontan menuai beragam reaksi dan ujaran kebencian dari warganet.

Polda Jawa Tengah bersama Mabes Polri langsung melakukan penyelidikan atas hoaks itu. Aparat kemudian membekuk tersangka T, warga Jakarta, di sebuah rumah di kawasan Bekasi. “Rencananya akan kami bawa kesini untuk didalami penyelidikannya,” tambah Kapolda.

Polisi mensinyalir tersangka T merupakan jaringan kelompok penyebar ujaran kebencian, termasuk jaringan Muslim Cyber Army (MCA) ataupun Saracen.

Sempat tersebar kabar, kasus penyerangan Ahmad Zaenuri terjadi pada Sabtu (17/3) pukul 16.15 WIB. Korban mendapat bacokan dari seorang pengamen bernama Suyanto (34), yang mencoba menjambret tas milik menantu korban.

Melihat peristiwa tersebut, warga sekitar langsung membekuk Suyatno dan menyerahkannya kepada aparat Polres Kendal. Dari hasil pemeriksaan, tersangka Suyatno dalam kondisi normal dan sehat serta mengakui semua perbuatannya.

 

Kombes Pol Lukas Akbar Abriari

Sementara itu Direktur Resese Kriminal Khusus Polda Jateng Kombes Pol Lukas Akbar Abriari mengungkapkan bahwa sebelum penangkapan pihaknya sudah berkordinasi dengan saksi ahli terkait penyebaran ujaran kebencian.

“Pelaku ini bernama T memposting foto ulama Kendal dan ditambahkan berbagai tulisan pasca peristiwa pencurian dengan kekerasan di kendal. Mostingnya di Bekasi,” pungkasnya.**FRIN