Tajam News

Kena PHK, Tak Terdata Penerima Bansos Warga Tambakagung Ini Lapor Ke Posko Pengaduan

REMBANG ,mediatajam.com – Lantaran namanya tidak tercantum penerima Bansos seorang warga desa Tambakagung Kecamatan Kaliori bernama Riris Susanto mendatangi posko pengaduan Bansos Covid – 19 di perumahan Graha Kartini No. 4 Kabongan Kidul Rembang, Selasa (12/5/2020) siang.

Kedatangan warga RT 08 RW 02 itu ke Posko Covid pagi itu untuk mengadukan dan supaya nantinya bisa diakomodir secara data terkait bantuan sosial terdampak Covid 19 tersebut.
Terlebih lagi ia baru saja lulus dari karantina mandiri selama 14 hari di rumahnya.

Tak sampai di situ saja, pria yang dipulangkan oleh atasannya dari Jakarta itu juga mengaku sudah memperoleh keterangan sehat dari pihak puskesmas.

“Saya mengetahui posko pengaduan ini dari berita yang dishare di medsos,
Saya sudah terdampak Covid-19.
Dari Jakarta saya sudah melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari,”ungkap dia

Selain itu, dia juga dinyatakan sehat oleh pihak medis. Tentunya, menurut Riris, hal itu bisa dibuat untuk mengajukan data di bansos. Namun apa daya, ia justru tidak terdata.

“Saya sudah mendapatkan surat dari puskesmas. Setelah itu, saya bertanya dan mengajukan ke desa, tanya ke rumah perangkat saya datangi tapi tak ada respon,”ungkapnya.

“Saya juga sudah menemui Bayan dan Kamituo yang berhadapan komputer (di balai desa, red),”sambung dia.

Kemudian saat ditanya soal kepulangannya ke kampung halaman, ia menjawab jika di wilayah tempatnya bekerja sudah mulai ada yang positif virus Corona.

“Ya kerja dipulangin, ada di sebelahnya area rumah sakit Jagakarsa , pasar minggu katanya sudah ada banyak positif (corona, red) jadi kerja di Jakarta proyek ya ditutup. Sehingga dirumahkan, dipulangin,”bebernya.

Ia menilai pengaduan disampaikan ke Poskos ini supaya keluhannya dapat terakomodir dibandingkan langsung menanyakan ke instansi terkait yang nantinya justru akan lebih sulit.

“Ya intinya saya sebagai terdampak virus corona. Saya juga sudah menanyakan kepada bayan, kamituo tapi ya gimana lagi, tak ada data,”pungkasnya.

Sementara itu, Ketua LSM Tajam Rembang selaku gabungab 9 naga yang membuka posko pengaduan itu mengatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Rembanh.

“Ya dengan adanya laporan warga tentunya kita akan mendiskusikan dengan tim. Setelah itu, kita sampaikan ke Dinas Sosial,”ucap Narto.

Kemudian, ia menjabarkan jika kasus itu dimungkinkan ada persamaan dengan lainnya. Yakni warga kurang mampu atau yang terdampak covid yang memang tak terdata itu bisa terlewatkan saja. Sehingga dirinya perlu untuk bisa membantu warga tersebut dengan cara berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Menyangkut aduan hampir sama, mungkin terlewatkan, karena dinas sosial yang mengampu mengenai data. Sehingga kita perlu membantu warga menanyakan dan koordinasikan dengan dinas yang ada,”paparnya.

Setelah dibuka beberapa hari yang lalu, kini Posko Aduan Bansos Covid-19 inipun ramai-ramai didatangi warga untuk bisa menampung curhatan. Mengingat warga juga harus dibantu untuk bisa menemukan jalan keluar yang baik.(san)