REMBANG, Mediatajam.Com_ PT. Pulau Seroja Jaya perusahaan pemilik kapal tongkang TB Bomas Jaya yang terlibat laka laut dengan perahu nelayan Sluke menjelaskan kronologi insiden kecelakaan pada Senin (12/2/2018) lalu.
Penjelasan itu disampaikan usai menggelar pertemuan dengan tiga nelayan (korban) didampingi Kepala Desa setempat di kantor perusahaan bongkar muat PT. Adhiguna Putera Desa Leran Kecamatan Sluke Kamis (15 Febuari 2018)
Nahkoda kapal TB. Bomas Jaya Ahmad menjelaskan bahwa penyebab insiden tersebut dikarenakan adanya cuaca yang tak menentu.
“Kapal TB. Bomas Jaya dengan gandengan tongkang BG. Berlian Pasific bertolak dari Asam-asam menuju PLTU Rembang pada Kamis (8/2/2018) Nah pada saat Senin (12/2/2018), kapal ini dengan posisi 06’31.700’S/111’35.400’E 8NM dari tanjung bendoh dengan haluan 242′ cuaca berawan dan ketinggian ombak 2.5 meter dan kecepatan angin 15-20 knot,”ungkapnya
Saat itu, pihak kapal tongkang sudah melihat perahu nelayan yang sedang menarik jaring. Nah saat itu, pihak nahkoda sudaj memindah haluan guna menghindari insiden kecelakaan.
“Syukur saat itu bisa menghindar dan aman. Namun justru saat itu ada perahu kedua menempel perahu pertama.
Akan tetapi perahu kedua itu justru mendekat ke tongkang dari kiri meskipun kita sudah berusaha merubah haluan. Dan akhirnya perahu kedua menabrakan diri ke tongkang,”urainya.
Dia melanjutkan, saat perahu nelayan itu menabrakan diri ke tongkang, ketiga nelayan selamat dengan naik ke area tongkang serta perahunya hanyut terbawa arus.
Sementara itu, saat ditanya mengenai sikap ABK tongkang terhadap ketiga nelayan itu, ia mengutarakan bahwa saat itu pihak ABK belum berani mengambil sikap lantaran cuaca yang masih tak menentu.
“Kami TB. Bomas tak berani (mendekat, menolong) sebab saat itu itu tongkang masih dalam jarak sekitar 400 meter dari kapal penarik. Dan itu sangat berisiko jika kita mendekat ke tongkang.
Mengingat ombak sangat tinggi. Jika mendekat kapal pengangkut bisa bertabrakan dengan tongkang itu sendiri,”bebernya
“Setelah kapal tongkang merapat mendekati perairan PLTU Rembang, ketiga nelayan yang naik ke tongkang itu akhirnya bisa kita tolong, dekati dan untuk makan bersama.
Mengingat saat itu kita juga sama sama lemas berada di lautan. Dan akhirnya mereka dijemlut oleh keluarga serta servie boat,”ucapnya.
Dalam mediasi tersebut, pihak nelayan meminta pertanggung jawaban dari PT. Pulau Seroja Jaya. Dan akhirnya kedua belah pihak sudah sepakat berdamai. Mengingat perahu tersebut sudah ditemukan di wilayah Palang Tuban. Jawa Timur. **Hasan Yahya




