Grobogan,mediatajam.com – –Sekolah Tinggi Islam Sunniyyah Selo (STISS) Grobogan adalah Lembaga Pendidikan Tinggi dalam naungan Yayasan Sunniyyah Selo yang berlokasi di Komplek Makam Kyai Ageng Selo Tawangharjo Grobogan Jawa Tengah. Saat ini STISS memiliki 2 Program Studi yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI).
Meski bisa dibilang sebagai kampus baru,namun STISS
terus berusaha menunjukkan kualitas nya sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi.
Dalam menyambut HUTRI ke-76 mahasiswa STISS jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) menunjukkan kreativitasnya dengan membuat Lambang Negara Raksasa dari bahan alam dan daur ulang.
Pembuatan Garuda Pancasila Raksasa dilakukan dengan tetap
menerapkan protokal kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci
tangan dan tidak ada kerumunan saat pembuatan Pancasila Raksasa ini.
Pembuatan Garuda Pancasila Raksasa dibuat dalam kurun waktu kurang dari 2 bulan. Pancasila Raksasa yang memiliki tinggi lebih dari 2 meteri ni terbuat dari bahan alamdan daur ulang.
Adapun bahan alam yang digunakan seperti bulu ayam,batu kerikil, biji-bijian dan cangkang telur. Selain bahan alam pembuatan Pancasila Raksasa ini juga terbuat dari bahan daur ulang seperti plastik bekas,sendok plastic bekas,tikar bekas dan kardus bekas.
Mahasiswa juga menggunakan limbah kain perca dalam
pembuatan Garuda Pancasila Raksasa ini. Ada beberapa alas an penggunaan bahan alam dan daur ulang dalam pembuatan Pancasila Raksasa ini antara lain bahan mudah di dapat, mengurangi sampah, hemat biaya,tetap melestarikan lingkungan dan mengasah kreativitas mahasiswa.
“Tujuan pembuatan Garuda Pancasila Raksasa ini adalah untuk menyambutHUTRIke76.
Seperti kita tahu bahwa perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan penjajah didasarioleh nilai-nilaiyang terkandung dalam Pancasila. Pancasilalah yang mendasariperjuangan bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan yang puncaknya ditandai dengan Proklamasi Kemerdekaan RI.
Pembuatan Garuda Pancasila Raksasa ini juga merupakan bentuk pengamalan nilai nilai Pancasila secara nyata oleh mahasiswa seperti ber doa sebelum dan sesudah kegiatan,saling membantu,kerukun anantar mahasiswa, saling bertukar pendapat dan menerapkan sikap adil secara langsung ”tutur Sucik Rahayu selaku dosen pembimbing.

Menurut Isrofi Rohman Nashoha selaku ketua kegiatan mengatakan bahwa pembuatan Pancasila Raksasa ini merupakan bentuk kreativitas mahasiswa karena dimasa pandemic ini kreativitas tidak boleh berhenti apalagi demi menyambut dan menyemarakkaan HUT RI ke76. Menurutnya projek ini tidak akan berhasil tanpa kerjasama antar mahasiswa.
Sedangkan menurut Nuriyyatun Nadhifah selaku wakil
ketua kegiatan juga menambahkan bahwa pembuatan Pancasila Raksasa ini merupakan realisasi subjektif “Bhineka Tunggal Ika” oleh Mahasiswa STISS.**DIN








