Tajam News

Marak Pedagang Liar di Pasar Kota Rembang, Anggota DPRD : Segera Ada Ketegasan

Foto : Pedagang liar tidak berkartadag di Pasar Kota Rembang, Minggu (15/8/2021)

REMBANG, mediatajam.com – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang menerima aduan pedagang di Pasar Rembang Kota saat melaksanakan sidak baru-baru ini. Para pedagang mengeluhkan perihal adanya pedagang liar (tidak berkartadag,Red) yang memakai badan jalan sebagai lokasi berjualan, Minggu (15/8/2021).

Anggota Komisi II DPRD Rembang Gunasih menyampaikan, pihaknya mendapatkan sejumlah keluhan dari paguyuban pedagang pasar terkait adanya pedagang liar (tidak berkartadag,Red) yang memakai badan jalan sebagai lokasi berjualan yang sebenarnya tidak diperbolehkan.

“Jadi namanya pedagang pasar seharusnya hanya boleh menempati bangunan yang sudah disediakan oleh pengelola pasar, yakni los, kios, maupun toko,” ucapnya.

Diluar itu, lanjut Gunasih bangunan di emperan pasar yang memakai badan jalan sebagai lokasi berjualan tersebut mengakibatkan penurunan omzet bagi para pedagang resmi (berkartadag,Red) yang berada di dalam los maupun kios.

“Jadi yang resmi mempunyai Kartadag omzet perharinya bisa kalah dengan pedagang liar yang tidak berkartadag. Parahnya lagi pedagang yang memakai badan jalan sebagai lokasi berjualan dikenakan biaya setiap harinya, itu tarif restribusi atau kebersihan kami belum tahu pastinya,” bebernya.

“Seharusnya pihak pengelola pasar tidak diperkenankan menarik biaya apapun, karena pedagang yang memakai badan jalan itu tidak resmi atau ilegal jadi kegiatan itu termasuk pungli. Nantinya malah bikin gejolak baru,” tegasnya.

Gunasih mengaku sudah bertemu dengan ketua paguyuban pasar, kata dia, saat ini banyak pedagang resmi yang berada didalam los maupun kios ikut beralih ke luar pagar (badan jalan, Red) sebagai lokasi berjualan.

“Para pedagang tersebut mengaku ingin menjemput bola, karena pembeli bisa langsung berbelanja tanpa harus masuk kedalam pasar. nah itu yang bikin omzet pedagang resmi menjadi berkurang karena sepi, pembeli tidak masuk kedalam,” tuturnya.

Gunasih menambahkan pihaknya akan memperjuangkan dan berkomitmen untuk menampung aspriasi tersebut. dan sudah seharusnya pihak pengelola pasar segera ada ketegasan. Pertama terkait dengan penertiban pedagang liar (tanpa berkartadag,Red) yang berada diluar pagar, yang kedua terkait akses jalan masuk pasar Rembang kota.

“Sesuai Perda tentang pengelolaan pasar menyebutkan, pedagang tidak boleh menambah atau merubah bangunan yang sudah disediakan. menambah emperan atau tegangan listrik tidak boleh apalagi menambah pedagang di emperan yang sebetulnya berfungsi sebagai akses jalan, itu sudah menyalahi aturan,” pungkasnya. (MM)