KOLAKA,MEDIATAJAM.COM _ Untuk sekian kalinya pelanyanan SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) menjadi sorotan masyarakat, dimana pelanyanan yang di berikan petugas spbu tidak memuaskan, apa lagi pada saat pengendara sedang antri menunggu pengisian, petugas spbu dengan sengaja mengisi bbm kedalam jerigen tanpa melihat kondisi dan setuasi pengendara yang rame ramenya sedang berjejer diantrian.
Seperti yang terlihat di spbu dengan no 74.935.04 yang berada di jalan pramuka kec, kolaka kab, kolaka pada hari Senin (18/09/2017) beberapa pengendara mengeluhkan pelayanan petugas spbu yang lebih mengutamakan pengisian jerigen ketimbang melayani pengendara kendaraan bermotor yang lagi antri.
Salah seorang pengendara holmes daeng situju (35) mengakui harus antri lama, karena petugas spbu lebih mengutamakan melayani pengisian BBM kedalam jerigen dan tangkki mobil yang sudah di modifikasi. Bapak lihat sendiri kondisi saat ini, petugas spbu dengan sengaja mengisi BBM ke dalam jerigen dan bapak coba liat mobil phanter itu yang berplat DT 7839 AJ Tidak masuk akal mobil phanter itu, isi tangkinya bisa lebih 200 liter.
“Sedangkan mobil truk yang saya pake ini cuman 80 liter sudah muntah (full). Sementara kita harus antri sampai belakang, sementara yang membawa jerigen langsung di layani tidak perlu lama antri, kenapa mereka yang di utamakan, sementara kita harus menunggu antrian hingga lama, ini sudah tidak benar lagi, seharusnya para pengendara dulu yang di lanyani baru jerigen”,u dengan nada kesal.
Sementara itu kami mencoba mengkonfirmasi petugas spbu yang enggan dia sebutkan namanya, ketika melakukan aksi pengisian kedalam jerigen, secara spontan berkata “pertamina aja mengijinkan”, jawabnya sambil trus melakukan aksinya.
Beredar kabar kalau petugas spbu mendapatkan uang isi jerigen sekitar rp 5.000 hingga Rp.10.000 persatu jerigen yang diisinya, apa lagi kalau petugas spbu mengisi mobil yang tangkinya sudah di modifikasi (tangki silmuan) , petugas itu bisa mendapat lebih besar lagi sekitar rp 50.000 hingga rp 100.000 setiap kali isi.
Tentunya membuat petugas spbu lebih memilih mengisi bbm kedalam jerigen dan mengisi mobil yang tunkkinya sudah dimodifikasi (tangki siluman),dengan ada komisi uang isi. ketimbang mengisi bbm kendaraan konsumen yang sudah antri lama, menunggu giliran.
Hal ini dibenarkan oleh seorang warga yang ikut mengisi memakai jerigen yang tidak ingin disebutkan namanya, dirinya mengatakan setiap pengisian satu jerigen, yang isinya 25 liter dikenakan biaya persatu jerigennya rp 5.000 sedangkan jerigen yang isinya 35 liter dikenakan rp.10.000 persekali isi.
Para pengendara meminta ketegasan kepada pengawas spbu serta pihak pertamina pusat untuk memberikan teguran dan sanksi tegas kepada pengelola dan petugas spbu nakal yang merugikan pengendara, disaat kondisi lagi rame, petugas spbu dengan sengaja mendahulukan pengisian dalam jerigen dan tangki siluman.
“kita menduga adanya permainan nakal spbu, bahkan disini bbm sering abis, yang mana pembelian menggunakan jerigen dalam jumlah bersar hingga berton ton, tentunya ini harus menjadi perhatian khusus bagi pihak pertamina dan pengawas spbu, karena yang dirugikan kita para pengendara kendaraan. Ujar beberapa pengguna kendaraan yang sedang antri.
Saat koranborgol.com mencoba mencari tahu pemilik spbu untuk di konfirmasi, para petugas yang di temui memilih diam dan enggan berbicara sambil menghindar, tapi menurut kabar, di ketahui pemilik spbu dengan no 74.935.04 adalah H. Yunus seorang pengusaha dari selatan. **tim


