REMBANG,MediaTajam.Com _ Dikalangan masyarakat hingga pejabat tingkat daerah maupun pusat wajah salah satu santri ini sudah tak asing lagi , Ia selalu terlihat mendampingi tokoh ulama kharismatik KH Maemun Zubair dalam berbagai acara baik dikegiatan kenegaraan hingga acara pengajian di dalam maupun luar daerah.
Namanya Ahmad Asyrofi la mulai mondok di Pesantren Al Anwar Sarang sejak tahun 2006 silam , Kendati baru mendampingi KH Maemun Zubair tiga tahun santri asal Desa Bringin Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan ini hafal betul tradisi yang biasa dilakukan Pengasuh Ponpes Al Anwar saat lebaran bagaimana ceritanya mari kita simak
Saat ditemui mediatajam.com Asrofi lajang berusia 29 tahun itu menceritakan seperti biasa pada hari terakhir puasa atau malam hari raya KH Maemun Zubair menyepatkan buka puasa bersama putra – putri beliau Kemudian usai sholat ied di Mushola Pondok Mbah Mun sapaan akrab KH Maemun Zubair langsung menuju kediaman bersalaman dengan santri santri khodimnya yang dipimpin oleh ketua santri kang Rif’an .
Setelah itu masyarakat sekitar pondok mulai berdatangan secara bergantian mereka bersalaman dan minta doa dari Mbah Mun.
“Sekitar pukul 11 siang untuk menjaga kesehatan fisik mbah istirahat sebentar ,setelah itu sore hingga malam hari mbah kembali menemui tamu yang yang telah menunggu dari berbagai daerah .
Baik tamu alumni pondok , masyarakat ,hingga petinggi petinggi partai politik sampai pejabat pemerintah baik yang aktif maupun purna serta petinggi TNI dan Polri usai bersalaman dengan mbah para tamu langsung disuguhi berbagai macam menu makanan kondisi itu berlangsung beberapa hari.”.ungkapnya
Saat disinggung persiapan menu makan dan jajan siapa yang memasak dan menyajikan untuk ribuan tamu dari berbagai kalangan itu , Kata Asrofi semua dikerjakan oleh puluhan santri yang memang ingin merayakan idul fitri di pondok bersama mbah yai sekaligus membantu menghormati tamu tamu beliau secara bergiliran .
Tapi khusus yang menyiapkan makan serta obat untuk mbah Mun ada dua orang santri . “Untuk menu makan para tamu biasanya lontong sayur dan berbagai jajan kering .”terangnya .**Hasan Yahya


