JAKARTA,Mediatajam. Com – Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga Kordinator Wilayah (Korwil) Pemenangan Jawa Arwani Thomafi
mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas pelaksanaan pilkada di 171 daerah dapat berjalan dengan lancar. Khusus untuk tiga provinsi di Pulau Jawa yang berlangsung hari ini Rabu (27/6/2018)
“Merujuk hasil quick count Alhamdulillah kandidat yang diusung PPP dan partai politik lainnya mendapat dukungan mayoritas rakyat. Kami menyampaikan terima kasih atas partisipasi dan kepercayaan ini,”katanya.
Ketiga paslon yang diusung oleh PPP dan partai lainnya yakni Ganjar Pranowo-Taj Yasin, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak, Ridwan Kamil-UU Rozhanul Ulum
“Proses pilkada secara umum berjalan lancar walaupun praktik politik uang, kampanye hitam serta eksploitasi organisasi keagamaan untuk kemenangan kandidat tak menghalangi pemilih untuk memilih kandidat yang berbasis visi misi,”ungkap dia.
Dia melanjutkan, rekam jejak serta sosialisasi ke akar rumput bisa dilakukan dengan maksimal.
“Alhamdulillah, kader PPP tidak tergiur untuk lakukan cara-cara yang justru akan mengurangi kualitas demokrasi kita. Pesan penting dari perhelatan ini, rakyat semakin cerdas untuk memilih kandidat kepala daerah sesuai dengan nurani dan visi misi kandidat,”pesan dia.
Kemudian di pesan lainnya, pada Pemilu 2019 baiknya semua pihak menghindarkan diri dari politik uang, kampanye hitam serta mengeksploitasi organisasi keagamaan seperti NU untuk kepentingan jangka pendek dan pragmatis. Faktanya, hari ini upaya-upaya tersebut gagal total.
“Kemenangan tiga kandidat yang diusung PPP khususnya di 3 provinsi di Pulau Jawa memberi pesan penting bagi PPP, pertama konsolidasi yang dilakukan internal PPP paska konflik berjalan cukup baik,”beber dia.
“Kedua, eksistensi politik santri memiliki tempat di hati publik. Anggapan yang dimunculkan sebagian pihak tentang meredupnya eksistensi politik santri, terbantahkan dengan sejumlah hasil pilkada ini.
Ketiga, perkawinan politik santri-nasionalis di sejumlah daerah terbukti menjadi perpaduan ideal khas Indonesia yang mencerminkan fakta sosiologis masyarakat Indonesia,”pungkasnya. *Hasan Yahya/Sefrin




