
Semarang.Mediatajam.Com-Hari Santri Nasional (HSN) jatuh pada tanggal 22 Oktober setiap tahunnya. Peringatan ini, ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal Jakarta. Penetapan Hari Santri Nasional dimaksudkan untuk meneladankan semangat jihad kepada para santri tentang keindonesiaan yang digelorakan para ulama terdahulu.
“Buat kami penetapan hari santri nasional itu adalah bukti dari pemerintah yang mengakui eksistensi dari para santri ,Artinya perjuangan santri di negara kita dari mulai sebelum kemerdekan bersama para Kyai berperang dengan penjajah kemudian Alhamdulillah Indonesia bisa merdeka .”kata Walikota Semarang Hendrar Prihadi di sela Mujahadah Kubro di PP Addainuriyah 2 Gemah Semarang Minggu malam.(20/10/19).
Menurut Hendrar Prihadi ,Hendi sapaan akrapnya,Paska kemerdekaan para santri atas bimbingan poro Kyai ini mengisi kemerdekaan Indonesia dari semua bidangnya masing-masing ada yang menjadi pengusaha,ada yang kemudian menjadi pemimpin-pemimpin seperti menjadi Presiden .“Namanya K.H. Abdurrahman Wahid ,wakil presiden dulu juga ada namanaya pak Hamza Haz,dan yang sekarang kiai kita K.H. Makruf Amin yang tadi siang kita sama –sama melihat di lantik jadi wakil presiden Indonesia periode 2019-2024..”bebernya.
Maka dari situ lanjut Hendi ,kemudian peringatan hari santri itu di maknai sebuah hal yang membuat keberadaan santri hari ini tidak bisa di pandang sebelah mata.terkhusus di kota Semarang kata dia,santri-santri dari kota semarang ini mempunyai kelebihan di banding pelajar yang berada di sekolah formal ,pinter sama sama pinter,keimanan,pengetahuan dan juga ahlaqnya pasti jauh lebih hebat poro santri di bandingkan anak-anak di sekolah formal.dan yang lebih luar bisa lagi sama-sama bisa bahasa inggris beberapa pesantren di semarang di tambahi santrinya harus bisa bahasa arab,bahasa jepang, dan bahasa mandarin.
”Jadi Insya Alloh santri di kota semarang ini adalah santri yang keren-keren dan Top Markotop .”ujar Hendi .
Hendi menambahkan ,bahwa saat ini pihaknya ikut merasa gembira atas munculnya undang –undang pondok pesantren yang salah satu isi di dalamnya menyebutkan bahwa lulusan pondok pesantren hari ini di setarakan seperti sekolah-sekolah formal yang ada di indonesia.
“Alhamdulillah ,dengan demikian maka saya nitip pesan kepada bapak ibu sekalian khususnya para santri mari kemudian di hari –hari ini kita bisa bersama-sama memelihara dan memperkuat negara kita NKRI karena sebenarnya kiata memelihara kesatuan dan persatuan negara Indonesia khususnya kota semarang ini tidak hanya untuk kita tetapi juga buat anak cucu kita.”beber Hendi .
Di jelaskanya,Pada pemilu raya Pilegmaupun Pilpres sudah sama-sama tau bahkan kata Hend,ada yang bikin mata terbelalak ,ternyata ini bukan hanya pesta demokrasi ,ternyata ini mulai muncul hal-hal dari kelompok-kelompok kecil di Indonesia yang mengingikan indonesia ini bubar .pancasilane mau di ganti Khilafah padahal pemimpin-pemimpin kita jaman dulu sudah memutuskan panca sila sebagai dasar Negara .”Lah nek meh di ganti berarti Indonesia mundur 74 tahun ke belakang njenegan ihlas mboten Indonesia mundur,ihlas mboten Indonesia bubar,kalau begitu hal seperti itu sudah tidak bisa di toleransi lagi ,nek ketemu tonggone njngan jek rundingan tentang kilafah wes pastikan laporkan pak polisi kalau perlu di usir dari kampung karena itu sudah ndak cinta dengan negara. sekarang itu kita yang butuh Negara bukan Negara yang butuh kita kalau seorang tidak punya negara maka dia akan terombang ambing dimana dia berada ,suatu contoh di luar negeri ada masalah mau lapor sama siapa karena tidak punya negara .
“Seperti contoh kemarin di Myanmar ada warga etnis Rohimgya yang kemudian di usir sama Negaranya kasian,terus ngungsi dimana –mana tidak di terima.untuk itu hari ini kita tetap mempertahankan komitmen kita bahwa indonesia sudah waktunya semakin hari semakin baik dan maju apalgi di zaman presiden Jokowi dan KH Makruf Amin ini. maka ini harus kita kawal bersama-sama mudah-mudahan Negaera ini semakai maju warganya semakin sejahtera rezkinya tambah banyak perekonomianya Insya Allah semakin membaik termasuk di Kota Semarang .”tukas Hendi
Sementara Itu ,Pengasuh Pondok Pesantren (PP)Addainuriyah 2 Semarang ,K.H Dzikron Abdullah dalam tausiahnya menceritakan sejarah singkat terkait seruan jihad para santri saat melawan penjajah belanda.
“Pada tanggal 22 Oktober merujuk pada satu peristiwa bersejarah yakni seruan yang dibacakan oleh Pahlawan Nasional KH Hasjim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Seruan ini berisikan perintah kepada umat Islam se-jawa –Madura untuk berperang (jihad) melawan tentara Sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca-Proklamasi Kemerdekaan. dan Alhamdulillah atas ijin Allah S.W.T Indonesia di berikan kemenanganan “
Sehingga tadi dikatakan Pak Wali Santri sekarang tidak bisa di anggap sebelah mata ,jadi Santri sekarang luar biasa mendapat pengakuan dari pemerintah di tetapkan 22 Okotober sebgai hari santri Nasional bahkan Pondok pesantren di masukan per undang –undangan dan diakui kesetaraanya Alhamdulilllah ,”pungkas Kyai Dzikron.**(Uut)


