Tajam News

Nenek Ini Sumringah Menerima Paket Sembako Dari Para Jurnalis

Semarang,mediatajam.com – Forum Bersama Jurnalis Anak Bangsa (FB-JAB) menggelar bhakti sosial di salah satu kampung Tambaklorok Kelurahan Tanjung Mas Kecamatan Semarang Utara Kota Semarang, sasaran pemberian bantuan sembako adalah para janda yang memang membutuhkan karena kesulitan ekonomi di massa pandemi ini.

Amir Fatah Ketua FB-JAB mengatakan kegiatan Bhakti sosial ini sebagai salah satu upaya dari kita para jurnalis di Jawa Tengah ini yang mencoba berbagi dengan mereka yang sedang membutuhkan.

“Ini sebagai upaya meringankan beban ekonomi masyarakat terdampak covid-19 atau yang membutuhkan terutama janda-janda yang masih mempunyai tanggungan dan harus bekerja mencari nafkah sendiri,” ungkap Amir.

Amir menambahkan , bahwa selain melaksanakan peran media sebagai narasi besar kebangsaan menghadapi virus covid 19 dan memberikan informasi kepada masyarakat sesuai fakta yang berpengaruh besar menguatkan respon positf kesehatan masyarakat, kegiatan baksos ini sebagai bentuk empati kami yaitu ikut peduli bersama berbagi meringankan beban ekonomi masyarakat , terutama yang membutuhkan terdampak covid-19.

“Bantuan yang sedikit ini semoga berkah dan bisa membantu, kedepan semoga lebih banyak lagi penerima bantuan dari temen-temen jurnalis yang ingin berbagi ini. Pagi tadi kita hanya membagikan sekitar 20 paket sembako,” pungkasnya Sabtu pagi (25/09/21) usai kegiatan.

Istiana (55) salah satu penerima paket sembako mengucapkan sangat bersyukur dengan bantuan ini dari mas-mas jurnalis.

“Terima kasih mas, kami tidak melihat jumlahnya namun ini sangat membantu bagi kami apalagi massa sekrang ini mas. Semoga berkah untuk kita semua,” ungkapnya dengan sumringah.

Penerima sembako yang lain nenek Sutiyah (64) sangat berterima kasih kepada FBJAB.
“Bantuan ini sangat bearti untuk kita yang harus mencari nafkah sendiri apalagi masih ada cucu yang kita rawat juga.Maturnuwun ya mas-mas wartawan,” ungkap nenek yang kesehariannya mencari sampah plastik dijalanan ini.

Memang masih sangat dibutuhkan orang-orang yang mau peduli dengan kaum dhuafa serta masyarakat yang memang sangat terdampak ekonominya di massa pandemi ini.

Tidak hanya sekedar koar-koar memberi kritik pedas tetapi berupa wujud nyata dengan turun langsung membantu masyarakat pinggiran yang benar-benar membutuhkan sekedar bantuan sembako saja bisa membuat mereka tersenyum untuk hari ini.**Frin