REMBANG – Mantan Kapolres Rembang, AKBP Pungky Bhuana Santosa mengaku selama 2 tahun 4 bulan bertugas di kota garam dapat bersinergi dengan berbagai kalangan.
Mulai dari TNI, para kiai, tokoh-tokoh agama dan masyarakat.
Selain itu Pungky juga mengakui masih ada beberapa kasus yang belum diselesaikan.
Hal tersebut disampaikan AKBP Pungky usai acara penyambutan pejabat baru dan pelepasan pejabat lama di lingkungan Mapolres Rembang Senin (30/9)
“Pertama saya minta maaf bilamana saat berinteraksi dengan media, masyarakat dan tokoh masyarakat
Jika ada kelemahan dan kekurangan, mudah-mudahan masyarakat memaafkan,” terang Pungky Bhuana
Kemudian ia juga berterimakasih selama bertugas di Rembang dapat menjalankan tugas dengan baik.
“Terimkasih atas doa restu, dari teman teman media. Selama di Rembang bisa bertugas baik. Semoga kepemimpunan Pak Dolly bisa memajukan Rembang,”ujar dia.
Tak hanya itu, ia juga tak bisa serta merta melupakan kejadian unik saat bertugas di Rembang. Khususnya saat diprank oleh wartawan saat puncak acara HUT Bhayangkara di Polsek Sale beberapa waktu lalu.
“Salah satu hal yang tak terlupkan yakni saya diprank teman-teman media saat puncak HUT Bhayangkara. Saat itu saya pikir anggota dengan wartawan itu harmonis. Tapi ternyata prank dengan memggunakan HP rusak yang seakan-akan dirusak oleh anggota saat akan wawancara. Dan saat ini berarti saya harus bisa mengendalikan diri dan jangan sampai kena prank lagi,”kenang dia seraya mengucapkan syukur.
Dia menambahkan, Rembang merupakan daerah santri sehingga nantinya pemimpin yang baru bisa merangkul semua kalangan. Sehingga masyarakat akan selalu dekat dengan pihak kepolisian.
Di sisi lain, Kapolres Rembang AKBP Dolly Arimaxionari Primanto mengungkapkan akan menyesuaikan diri, demi mewujudkan pengabdian polisi sebagai ladang ibadah.
“Yang jelas, silaturahmi dengan berbagai kalangan, nanti bagaimana meningkatkan kembali kerjasama dengan masyarakat luas yang ada,”paparnya. (san)


