Tajam News

PANCASILA SEBAGAI PEMERSATU BANGSA

REMBANG,MediaTajam.Com _Kondisi tantangan suatu bangsa akan terus meningkat sejalan dengan perkembangan masyarakat dan perubahan di tingkat lokal, regional, nasional dan bahkan internasional.

Apalagi di era globalisasi sebagai akbait kemajuan teknologi dan informasi yang mempengaruhi semua aspek kehidupan bangsa dan mendorong terjadinya persaingan global. Suatu bangsa dapat tergerus dan tercerai berai seperti yang terjadi di berbagai belahan dunia, karena tidak mampu merespon perubahan yang cepat dan massif.

Untuk itu dibutuhkan adanya nilai-nilai yang menjadi kesepakatan bersama (konsesnsus) yang mampu menyatukan segala perbedaan dan mengintegrasikan seluruh komponen dalam masyatakat, demikian dikatakan Arwani Thomafi Anggota MPR RI dari fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam Sosilasiasi empat pilar MPR RI di Pondok Pesantren Az-Zahro Desa Tulung Kecamatan Pamotan Kab Rembang, Rabu (26 Juli 2017)

“Sunguh merupakan berkah dan karunia bagi bangsa Indonesia karena para pendiri bangsa telah mewariskan Pancasila sebagai nilai-nilai pandangan hidup yang menjadi jatidiri dan falsafah bangsa” tegas Arwani yang juga anggota Komisi I DPR ini.

Pancasila merupakan nilai-nilai luhur yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat, yang mampu mengikat dan mengintgrasikan masyarakat dalam ikatan yang kuat dalam perjuangan kemerdekaan dan sebagai modal membangun bangsa.

Terbukti dalam rentang waktu 77 tahun perjalanan bangsa semenjak Proklamasi kemederkaan, Pancasila selalu mampu menjadi pemersatu bangsa.
Namun demikian sebagai sebuah nilai dasar negara dan pedoman hidup bangsa, harus senantiasa diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari mealalui kegiatan-kegiatan yang kongkrit.

Disinilah perlunya upaya-upaya dari semua stakeholder, komponen bangsa untuk terus mentransformasikan nilai-nilai Pancasila secara nyata agar mampu merekatkan karena diyakini akan mampu membawa kepada pencapaian cita-cita masyarakat yang adil dan makmur.

Tantangan inilah yang harus mampu diwujudkan oleh kita semua sebagai generasi penerus bangsa.”pungkasnya.**Hasan Yahya