Banjarnegara, Mediatajam. Com _ Gempa yang terjadi di Kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara pada beberapa waktu yang lalu, berkekuatan 4,4 SR, Lintang 7,21 LS, Bujur 109.65 BT, kedalaman 4 Km ini, mengakibatkan kerusakan infrastruktur bangunan rumah, fasilitas umum dan korban jiwa.
Ribuan pengungsi yang ada diwilayah Kecamatan Kalibening terpaksa harus merelakan tempat tinggalnya atau meninggalkan rumahnya masing-masing untuk mengungsi ketempat aman disekitar wilayah Kalibening.
Disamping mengakibatkan kerusakan rumah penduduk, Gempa juga merusak fasilitas umum seperti Masjid dan Mushola serta Gedung sekolah.
Sejak kejadian gempa mengguncang Kalibening Banjarnegara tersebut, ribuan warga masyarakat terpaksa mengungsi di beberapa titik diwilayah Kalibening.
Untuk menanggulangi pengungsi pasca gempa terutama warga masyarakat yang mengungsi, TNI khususnya Korem 071/Wk dengan sigap dalam pasca gempa ini, mendirikan tempat hunian sementara (Huntara) bagi warga terdampak gempa Kalibening.
Pasca gempa mereka tinggal di tempat pengungsian dengan menempati ruang-ruang sekolah yang seharusnya ruang tersebut digunakan untuk proses belajar mengajar dan tinggal dirumah warga yang tidak terkena gempa serta di tenda pengungsian.
15 hari berlalu pasca gempa, TNI bersama masyarakat melaksanakan pembuatan Hunian Sementara (Huntara) di Dusun Bakalan dan Dusun Tawang Desa Kertosari Kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara, pada 27 April 2018 di Desa Tawang 22 KK yang masing-masing KK berukuran 4 meter x 5 meter dan memiliki pintu masing masing. Dengan model kopel secara berderet menyerupai barak tentara, dan dilengkapi kamar mandi 8 buah model air mancur (tanpa bak mandi) serta WC 8 buah menggunakan kloset jongkok buatan Staf Ter Korem 071/WK.
Sementara itu, di Desa Bakalan hunian sementara dibuat untuk 18 KK, dan tiap KK dibuatkan hunian sementara ukuran 3 meter x 7 meter dan pintu masing masing. Dengan model dibuat kopel berderet. Fasilitas Huntara berupa kamar 3 meter x 5 meter, dapur 3 meter x 1.5 meter, teras 3 meter x 1 meter, kamar mandi 8 unit model air mancur (tanpa bak mandi) serta WC 8 unit dengan menggunakan Kloset jongkok.
Danrem 071/Wk Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M.,M.Tr (Han) pada kesempatan terpisah menyampaikan bahwa apa yang dilakukan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kesulitan yang dialami masyarakatnya yang tertimpa musibah.
“Kegiatan ini sebagai bentuk dan wujud TNI khususnya Korem 071/Wk peduli terhadap kesulitan rakyatnya. Kepedulian TNI untuk memantapkan kemanunggalan TNI dengan Rakyat, serta sebagai bagian dari upaya TNI untuk membantu pemerintah daerah dalam menanggulangi dan menangani bencana alam ini”, terangnya.
Dikatakan, bahwa Korem 071/Wk sebagai bagian dari komponen utama dalam mempertahankan keutuhan dan kedaulatan NKRI juga bertugas memberdayakan wilayah dengan mempelopori usaha-usaha dalam rangka membantu kesulitan yang dialami masyarakatnya. Disamping itu, sebagai wahana mendekatkan TNI kepada rakyat, sehingga rakyat selalu mencintai TNI nya. “Rakyat ibu kandung TNI dan inti kekuatan kita adalah kemanunggalan TNI dan Rakyat.
Dengan terjalinnya hubungan yang erat bersama rakyat, TNI kuat, bangsa Indonesia akan tetap ada sampai kapanpun. Karena dengan kedekatan yang semakin kuat dan kokoh, persatuan dan kesatuan akan semakin kuat dan kokoh pula”, jelasnya.
“Kegiatan pembuatan hunian sementara bagi pengungsi ini dilakukan bersama dengan masyarakat yang peduli terhadap sesamanya serta bersama komponen dan elemen masyarakat yang ada, untuk membantu kesulitan masyarakat yang tertimpa musibah ini”, pungkasnya.**Didy




