Peristiwa

Penambangan Liar Sungai Petung Diduga Ilegal, Pemkab Batang dan APH di Desak Turun Tangan

Batang,Mediatajam.com – Penambahan Liar galian C diduga ilegal merajalela di Kabupaten Batang,Jawa Tengah. Warga pun meminta agar Pemerintah Kabupaten Batang melalui dinas terkait turun tangan menghentikan kegiatan ilegal di sungai Petung cegah terjadinya kerusakan alam.

Hal itu nampak terlihat pantauan dari awak media, salah satu lokasi penambangan diduga ilegal tersebut terjadi di Desa Tambakboyo, kecamatan Reban Kabupaten Batang.

Proses penambangan ilegal yang terjadi sudah beberapa tahun terakhir tersebut hingga kini masih tetap berjalan. Alat berat milik oknum pengusaha Dalam inisial RO ini terus mengeruk Batu sepanjang sungai Petung di Desa Tambakboyo.

Kondisi ini membuat ekosistem di wilayah tersebut rusak parah. Batu dan pasir ambil kini berubah menjadi cekungan-cekungan. Rusaknya akses Berdampak jika aliran sungai saat hujan deras bisa mengakibatkan longsor.

Salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya ,Paijo (53) mengungkapkan Warga ingin menolak kegiatan penambangan namun takut kalau kami nanti di teror, ujarnya. Kepada awakmedia, Sabtu (28/8/2021).

“Hampir setiap hari pengusaha tambang ini justru menggali batu di sungai Petung dari sisi kanan dan kiri,sehingga merusak area sungai.

“Kondisi penambangan di Desa Tambakboyo memang sangat mengkhawatirkan, selain telah merusak ekosistem di sana, aksi penambangan juga kian mengancam keselamatan jiwa warga di sana karena tingginya potensi lonsor di sekitar lokasi penambangan liar,” kata Aktivis Lingkungan Hidup Febri saat dihubungi wartawan,minggu (29/8/2021).

Lebih lanjut, febi mengungkapkan dalam UU No. 3/2020 jelas menetapkan sumber daya mineral dan batubara kekayaan nasional oleh karena itu pengelolaannya dibawah kendali pemerintah pusat, Selain itu, UU juga memperkenalkan izin baru yaitu Surat Izin Pertambangan Batuan (SIPB) yang kewenangannya didelegasikan ke pemerintah provinsi”.

Pemkab batang melalui dinas terkait dan APH harus bertindak,menjerat oknum pengusaha.Serta menjeratnya dengan UU Minerba, UU Lingkungan Hidup karena mengakibatkan kerusakan Alam, Tegasnya.

Secara terpisah, Pengusaha Penambahan Inisial AR mengatakan Penambangan saya betul belum ada ijin di sungai Petung.

“Soal penambahan di sungai itu sesuai permintaan warga,” Kata Ar.

Lebih Lanjut, untuk batang sendiri penambagan ilegan hampir 90 persen Ilegal.**(Syi)