Tajam News

Petani Relakan Puluhan Hektar Lahan Untuk Pabrik Sepatu , Ini Janji Investor Dan Bupati Rembang

REMBANG,Mediatajam. Com – Pembangunan pabrik sepatu yang dibangun oleh. PT Sengdam Jaya diatas lahan pertanian di Jalan Rembang -Pamotan atau tepatnya di sebelah timur Embung Rowosetro kelak jika pembangunannya telah selesai dan beroperasi diminta untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal.

Sebab , di daerah tersebut banyak petani yang sudah merelakan lahan persawahannya dibebaskan oleh investor menjadi lokasi industri

Hal tersebut disampaikan Bupati Rembang,H Abdul Hafidz, saat peletakan batu pertama pabrik sepatu, hari Kamis (03 Mei 2018).

Di hadapan investor asal Korea yang membangun pabrik sepatu ditengah tengah empat Desa antara lain Desa Padaran, Sridadi, Tireman dan Desa Pasar Banggi, Bupati Hafidz mewanti wanti setelah pembangunan pagar selesai dan bangunan gedung pabrik tahap pertama selesai yang diperkirakan melibatkan 3000 an orang pekerja dan siap dioperasikan pada bulan Januari tahun 2019 investor harus menyerap maksimal tenaga kerja lokal, jika tidak Bupati berjanji siap menindak tegas

“Saya melihat kondisi Rembang, pengangguran masih tinggi dan kemiskinan masih banyak. Selaku Bupati punya tanggung jawab secara sosial dan kedinasan agar rakyatnya bisa sejahtera. Tentu ada pengorbanan, yang semula tanahnya bisa untuk menghidupi banyak orang karena ditanami padi sekarang tidak bisa. Semoga pengorbanan yang membawa berkah, “ jelas Hafidz.

Sementara itu Direktur PT. Sengdam Jaya Abadi, Mr. Jonk membeberkan pada tahap pertama menginvestasikan dana Rp 400 Milyar, sedangkan tahap kedua akan ditambah Rp 200 milyar. Jika pabrik sudah sepenuhnya beroperasi, Mr. Jonk mengklaim sanggup menampung 10 – 20 ribu orang pekerja.

“Terus terang dulunya saya berencana membangun pabrik tidak disini, tapi karena Pak Bupati Hafidz meminta saya dan dibantu, saya hanya bisa berterima kasih, “ tuturnya terbata – bata menggunakan bahasa Indonesia.

Tampak hadir dalam acara peletakan batu pertama pabrik sepatu tersebut pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, kemudian perwakilan warga dan Kepala Desa setempat .(Hasan Yahya)