Tajam News

Praktik Pijat Plus Sesama Jenis Dibongkar Ditreskrimum Polda Jateng

Mediatajam,SEMARANG – Ditreskrimum Polda Jateng, berhasil mengungkap kasus praktik pijat tradisional dan vitalitas pria yang didalamnya ada servis perbuatan cabul berupa handjob (mengocok alat kelamin) yang dilakukan oleh sesama jenis .

Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., kejadian terungkapnya pijat tradisional dan Vitalitas ini, berdasarkan adanya laporan dari para korban yang melakukan pijat trapis tersebut pada 25 September 2021 sekira pukul 17.00 Wib, dan petugas langsung melakukan pengecekan di rumah kos.

“adapun tarif pijat tersebut adalah Rp 250 Ribu untuk pijat yang dilakukan di kamar nomor 5 rumah kos Jalan Pamugaran Utama No. 31 Nusukan, Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta dan Rp 350 Ribu untuk pijat yang dilakukan di tempat lain,” katanya Senin (27/09/21) saat gelar pers realis kasus itu di Mapolda Jateng..

Dijelaskannya, saat melakukan pengecekan di TKP, polisi mendapatkan adanya praktik pijat yang dilakukan oleh tukang pijat terapis terhadap tamu atau pelanggan laki-laki dengan cara cabul.

Tersangka utama selaku pemilik dan pqengelola tempat tersebut Deriyanto, warga PerumSamirukun RT 08 RW 04 Kelurahan Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

“Deriyanto adalah pemilik panti pijat terapis, sedangkan lima tersangka lainnya sebagai karyawan yang melakukan pijat trapis terhadap tamu atau pelanggan laki-laki,” tambahnya.

Barang bukti obat kuat yang diamankan petugas

Adapun barang bukti yang diamankan yaitu 1 (satu) buah handphone merk samsung warna rose gold, 1 (satu) buah handphone merk miTO, alat kontrasepsi/kondom, uang tunai senilai Rp. 300 Ribu, Minyak Zaitun merk “Herborist” dan Handbody merk “Marina” dan berbagai merek obat perangsang.

“Dari tarif pijat Rp. 250 Ribu, Deriyanto menerima Rp. 100 Ribu, sedangkan dari tarif pijat Rp. 350, Deriyanto menerima Rp.150 Ribu dari karyawannya,” terang Djuhandani.

Para pelaku ini akan dikenakan Pasal 296 KUHP atau setiap orang yang melakukan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan.

“Hal ini, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Undang- Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang,” pungkasnya**Frin