Tajam News

Plt Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko, Bantu Korban Gempa Kalibening

Banjarnegara, Mediatajam. Com _Plt. Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko memastikan kebutuhan dasar bagi pengungsi korban bencana gempa Bumi Kalibening, Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah tercukupi. Terutama kebuthan makan, bagi para pengungsi dan relawan.

Hal tersebut diutarakan Plt Gubernur Jawa Tengah Drs.H.Heru Sudjatmoko, M.Si., saat meninjau tempat pengungsian di SDN 2 Sidakangen Kecamatan Kalibening, Kamis ( 19/4/2018) petang.

Selain meninjau lokasi gempa Kalibening, juga memberikan bantuan uang sebesar Rp 50 juta, yang diterima oleh Bupati Banjarnegara.

Selain itu, Pemerintah Provinsi akan memberikan bantuan sebesar Rp 15 juta per rumah yang roboh, dan Rp 10 juta rusak parah.  Angka ini dirasa masih kurang sehingga Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, akan bersama- sama meminta bantuan ke pada Pemerintah Pusat, melalui BNPB dan Kementrian Sosial. Sehingga diharapkan rumah yang ambruk akibat gempa 4,4 SR, bisa dibangun kembali.

Selain itu, Heru juga menyatakan, Pemerintah Provinsi memiliki anggaran darurat penanganan bencana, jika dirasa uang tersebut masih kurang maka akan ditambah dalam APBD Perubahan. Sehingga penanganan bencana di Kecamatan Kalibening, bisa ditangani dengan baik.

Selain itu, dirinya juga menyebut proses perbaikan rumah yang rusak dan roboh memerlukan waktu, terutama dalam pencairan dana penanganan bencana. Maka bagi warga yang rumahnya roboh dan tidak bisa dihuni lagi akan dibangunkan hunian sementara.

“Yang dari Provinsi akan kita susulkan, bantuan untuk rumah roboh Rp 15 juta, rusak parah sebesar Rp 10 juta. Bantuan ini memang tidak cukup, makanya kita gorong royong. Kita usulkan ke BNPB, Bupati juga ikut membantu,”kata Heru di damping Bupati Banjarnegara dan Danrem 071/Wk.

Hingga Kamis malam, jumlah pengungsi yang terdata di tujuh pengungsian mencapai 1939 jiwa. Selain itu, data di BPBD Banjarnegara Gempa yang terjadi Rabu (18/4/2018), mengakibatkan 316 rumah rusak parah di empat desa, yakni  Desa Kasinoman, Kertosari, Plorengan dan Sidakangen. Dengan korban jiwa mencapai 2 orang.**Didy