REMBANG, Mediatajam. Com–Jajaran Satlantas Polres Rembang akhirnya berhasil mengungkap identitas seorang pejalan kaki yang menjadi korban tabrak lari di jalur pantura turut tanah Desa Plawangan Kecamatan Kragan pada Rabu (5/7/2018) malam
Awalnya polisi sempat kesulitan mengungkap identitas korban .Sebab , saat kejadian tidak diketemukan identitas yang dapat melacak alamat serta domisilnya. Akhirnya, jenazah korban dibawa ke kamar jenazah RSU dr. R Soetrasno hingga Sabtu (7/7/2018) siang.
Namun setelah dicek dan pengembangan kepolisian melalui Penyidik laka lantas polres rembang melalui identifikasi Sidik Jari dengan alat MAMBIS yang dimiliki Polres Rembang akhirnya dapat diketahui identitas korban.
Kasatlantas Polres Rembang AKP Roy Irawan melalui Kanit Laka Ipda Mita mengungkapkan bahwa awal mula kejadian laka lantas dari keterangan saksi mendengar suara benturan “Brak” kemudian disusul dengan suara pengeriman kendaraan.
“Kemudian saksi melihat dari arah barat (semarang) menuju ke timur (surabaya) berjalan KBM yang tidak diketahui identitasnya berjalan menghindar ke kanan secara tiba-tiba lalu berjalan menuju ketimur,”bebernya.
Setelah itu, salah satu warga atau saksi mendekat ke TKP dan melihat ada seseorang tergeletak ditengah badan jalan dalam keadaan tidak bergerak dan mengalami luka-luka.
“Posisi korban Pejalan Kaki berada di Badan jalan sebelah Utara garis marka,”paparnya.
Sementara itu, Usnuryadin adik Korban kepada mediatajam mengatakan bahwa Almarhum (Qomarudin) sudah sejak 2 tahun melakukan lakon (jalan panjang).
“Ya mulai lebaran tahun lalu. Awalnya dengan alasan keluar rumah akan bertemu teman Namun saat dicari pihak keluarga tak menemukannya,”bebernya.
Kemudian saat disinggung mengenai kejadian trabis ini, pihaknya mendapatkan kabar dari salah satu sumber bahwa korban tengah mengalami kecelakaan di Rembang.
“Saat itu ada berita kecelakaan di sini. Dan akhirnya saya ke sini bersama paman untuk mengambil jenazah ini. Hanya saja, kondisi jenazah sudah tidak memungkinkan,”ujar dia.
Modin atau tokoh agama Hamim mengatakan kondisi korban tidak memungkinkan dibawa ke alamat asal. Sehingga keluarga ada kesepakatan untuk dimakamkan di Rembang.(Hasan Yahya)




