Tajam News

Polres Rembang Terima “Segebok” Berkas Dugaan Kecurangan Seleksi Perangkat Desa

REMBANG,Mediatajam. Com _ Sebanyak 20 orang calon perangkat desa dari berbagai Desa di Wilayah Kecamatan Sarang yang tergabung dalam Aliansi Anti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (AAKKN) mengadukan adanya dugaan kecurangan dalam tes seleksi perangkat desa ke Polres Rembang, Kamis (14/12/2017) siang.

Berdasarkan pantauan wartawan , saat mengadu di Polres Rembang puluhan calon perangkat desa yang tak lolos seleksi itu langsung diterima oleh Kanit I Satreskrim Ipda Arief Kristiawan.
Koordinator Aliansi Anti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (AAKKN) Muhamad Widad menjelaskan, para calon yang mengadu ke kepolisian ini merupakan perwakilan dari calon lain yang tak puas dengan penjaringan perangkat desa yang ada di Kecamatan Sarang.

Dalam aduannya, mereka menyerahkan segebok berkas informasi, atau data informasi yang berkembang di dalam masyarakat.
“Kita membawa berkas informasi atau data informasi dari kalangan masyarakat. Sehingga nantinya aduan ini bisa ditindak lanjuti oleh stakehokder yang ada,” katanya.
Kemudian saat ditanya mengenai hal aduan tersebut, ia menjabarkan bahwa ketidak beresan tim seleksi perangkat desa itu diduga memanipulasi nilai nilai calon perangkat lainnya.

“Misalkan saja, di situ ada proses test di STIE Semarang dengan 3 jenis soal, salah satunya yakni soal tertulis. Di situ jelas jelas calon yang tidak kutu buku, tidak pemikir diberi nilai 66,67. Sedangkan calon yang rajin belajar dengan latar belakang baik justru dinilai 57,56. Inikan tanda tanya,”bebernya.
Tak hanya itu, ia juga mengklaim mempunyai informasi mengenai transaksi terkait tes calon perangkat desa tersebut.
“Ada informasi salah satu calon lain menginformasikan bahwa dia (calon) bilamana diterima maka harus menyediakan uang sekian. Namun berhubung calon itu tak punya uang, sehingga informasi itu muncul di dalam masyarakat,”ucapnya.
“Untuk aduan ini, ada sekitar 60an calon perangkat desa se Kecamatan Sarang yang sudah berkoordinasi dengan kita. Sehingga nantinya dengan surat terbuka atau aduan ini bisa ditindak lanjuti oleh pihak terkait,”imbuhnya.**hasan