Tajam News

Puluhan Massa Suarakan “Jeda Untuk Iklim” di Balaikota Semarang

SEMARANG, Mediatajam.COM — Puluhan massa dari berbagai komunitas melancarkan aksi ‘Jeda untuk Iklim’ (climate strike) di depan Balaikota Semarang, Jumat (29/11/2019).

Mereka sebelumnya berkumpul di Tugu Muda yang kemudian melakukan long march ke Balaikota Semarang.

Massa pun membentangkan sejumlah poster-poster terkait climate strike, perubahan iklim dan melakukan pentas teatrikal tentang ancaman krisis iklim.

Ellen Nugroho Koordinator Aksi Jeda Untuk Iklim mengatakan, gerakan jeda untuk iklim kali ini merupakan lanjutan aksi di yang kedua kalinya. Sebelumnya digelar aksi serupa di depan Kantor Gubernur Jateng 27 September lalu.

Ellen menambahkan, jika saat ini suhu bumi sudah naik mencapai 1,1 derajat celsius sebelum masa pra Industri. Hal tersebut harus menjadi warning mengingat batas aman kenaikan suhu bumi mencapai 1,5 derajat celsius.

“Menurut International Panel on Climate Change (IPPC), tinggal tersisa sekitar sepuluh tahun lagi untuk menentukan apakah kita bisa mencegah suhu Bumi tidak naik melampaui 1,5⁰C dibanding masa pra-industri. Apabila batas itu terlewati, umat manusia akan terseret dalam pusaran bencana alam yang sulit dihentikan lagi,” ujarnya dijeda aksi.

Untuk mengerem laju krisis iklim lanjutnya, ada beberapa hal yang harus diupayakan pemerintah dan warga Kota Semarang. Diantaranya, dengan melakukan penghijauan secara agresif, baik dengan menanam lebih banyak pohon maupun merawat kelestarian daerah hijau, khususnya mencegah alih fungsi kawasan hutan menjadi pemukiman atau industri.

“Lalu dengan murunkan emisi karbon, dan mengendalikan emisi karbon industri yang sudah ada dan mengerem penambahan industri baru apalagi yang boros emisi,” tambahnya.

Ellen mengaku, aksi lanjutan jeda untuk iklim akan digelar kembali. Dia mengaku sedang berkoordinasi dengan komunitas peduli iklim lainnya bauk nasuinal maupun internasional.

“Karena gerakan ini tidak bisa sendiri-sendiri, kita harus bersama untuk menyuarakan peduli iklim ini,” ucapnya.

Gerakan jeda untuk iklim pun akhirnya bertemu perwakilan Pemerintah Kota Semarang untuk memberikan sejumlah surat harapan untuk bumi yang ditujukan kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.**RED/AS