Peristiwa

Puluhan Warga Sekitar Pelabuhan Sluke Gelar Aksi Keprihatinan Didepan Pintu PT Bangun Arta

REMBANG,MediaTajam. Com_Puluhan warga Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke melakukan aksi unjuk rasa di depan pintu masuk PT.Bangun Arta di lokasi Pelabuhan Rembang Terminal Sluke Rabu (23 /8/2017).

Berdasarkan pantauan di lapangan aksi tersebut dipicu akibat terjadinya pemutusan kerja terhadap salah satu karyawan di perusahaan tersebut.

Di mana PT. Bangun Arta merupakan pereklamasi atau pemilik saham di PT. Pelabuhan Rembang Kencana (PRK) anak perusahaan sebuah perusahaan plat merah PT RBSJ tempat ia bekerja.

Salah seorang karyawan yang diputus kontrak secara sepihak tersebut yakni Hartono alias Ratawi yang sudah bekerja selama 2 tahun di PT. PRK menjadi seorang office boy (OB).

“Saya bekerja di PT PRK sudah 2 tahunan dengan gaji sekitar Rp. 1.3 atau Rp. 1.4 juta. Saat ini kontrak saya habis. Dan tidak diperpanjang tanpa alasan apapun tanpa salah apapun,” kata Hartono kepada media.

Sementara itu, saat disinggung mengenai aksi tersebut pihaknya mengutarakan bahwa akan menanyakan secara
lugas dan mendasar apa yang menyebabkan pihaknya tak diperpanjang.

“Saya hanya minta kejelasan saja. Sebab ini pemutusan secara sepihak,” ungkapnya.

Sementara itu Soleh salah satu warga setempat mengatakan aksi demo itu dilakukan sebagai bentuk keprihatinan atas terjadinya pemutusan kerja rekannya yang dilakukan oleh Direktur Perusahaan atas desakan oknum Ketua LSM yang selama ini mendampingi Komisari Utama perusahaan itu

Berdasarkan pantauan di lokasi, aksi demo di depan pintu masuk perusahaan oleh  sekitar 20 orang warga sekitar pelabuhan itu dilakukan untuk menanyakan alasan pemutusan kerja kepada pihak pimpimpinan  perusahaan.

Hanya saja,  saat itu Komisaris Utama perusahaan PT Pelabuhan Rembang Kencana PRK Mindo Herbert Sitorus tidak ada di lokasi.

Akhirnya warga yang komit aksi atas keprihatinan tersebut melakukan aksi corat coret di dinding dan pintu utama sebagai bentuk kekecewaannya.

Kapolsek Sluke AKP Sunarmin bersama anggota yang telah siaga dilokasi sempat adu mulut dengan salah satu pendemo, pasalnya puluhan warga itu memaksa masuk perusahaan. **Hasan Yahya