Tajam News

Ratusan Pedagang Hingga Parkir Liar di Pasar Kota Rembang Ditertibkan

Foto : Petugas gabungan menertibkan lapak pedagang ilegal serta parkir liar di sepanjang kawasan pasar kota Rembang.

REMBANG, mediatajam.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menertibkan ratusan pedagang tanpa kartu tanda dagang (Kartadag) hingga parkir liar yang membuka lapak di bahu jalan dan badan jalan sepanjang kawasan pasar kota Rembang.

“Kami bersama OPD terkait terdiri dari Dishub, Diindagkop UMKM dan Satlantas Polres Rembang melakukan upaya penertiban di sejumlah parkir liar serta pedagang liar yang berada di luar kawasan pasar kota Rembang. Hal ini bertujuan agar kawasan pasar kota Rembang terbebas dari pelanggaran atau indikasi ketertiban umum seperti kemacetan,” ungkap Kepala Bidang Ketertiban Umum Ketentraman Masyarakat dan Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Rembang, Teguh Maryadi kepada wartawan, Senin (4/10/2021).

Teguh mengatakan, kedepan pihaknya akan segera membuat kesepakatan bersama antara para pedagang dan petugas parkir. hal tersebut sebagai langkah upaya penataan para pedagang tanpa kartu tanda dagang (Kartadag) dan penertiban parkir liar di kawasan pasar kota Rembang.

“Kita sudah mengetahui persoalan yang mendasar terkait pelanggaran atau indikasi ketertiban umum seperti kemacetan di pasar Rembang, kita lakukan identifikasi, kemudian kami akan menindaklanjuti. Terkait konsepnya, nanti kami akan sampaikan. Yang jelas ini menjadi tanggung jawab bersama semua OPD dan Pemkab Rembang,” jelasnya.

Teguh menambahkan, khusus para pedagang yang berada di luar pagar, pihaknya akan memberikan pemahaman atau sosialisasi bahwa yang menjadi kesepakatan bersama yaitu melakukan upaya penertiban para pedagang yang berada di luar pagar pasar atau berstatus ilegal.

“Jadi kita lakukan penataan terlebih dulu, setelah itu identifikasi pedagang yang aktif kemudian diberikan tempat untuk berjualan. Karena dari arahan Bupati Rembang, ukuran lapak pedagang yang berada di luar pagar pasar Rembang yaitu 1,5 meter dengan lebar 1 meter,” tuturnya.

“Akan tetapi yang kami lihat dilapangan, jarak lapak pedagang melebihi dari ukuran arahan pak Bupati. kita akan mengumpulkan para pedagang tersebut dan kami akan memberikan peringatan tegas dan kami akan memberikan batas waktu 2 sampai 3 hari untuk menertiban lokasi lapaknya sesuai arahan ukuran yang sudah di tetapkan,” pungkasnya. [MM]