Tajam News

Ringankan Beban Ekonomi , Polres Rembang Bagikan Sembako Kepada Tukang Becak

REMBANG,mediatajam.com – Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat Polres Rembang menggelar bakti sosial memberikan bantuan sembako kepada tukang becak dan pedagang kecil yang ada di kawasan kota Rembang Sabtu (4 April 2020)
aspercasino giriş
Kegiatan bakti sosial yang
digelar oleh Polres Rembang siang
itu dimulai dari Jalan dr. Soetomo, lalu ke alun-alun, Taman Kartini, wilayah Tasik Agung (lapangan TPI), dan ke pertigaan Pentungan.
Mengingat wilayah itu merupakan tempat berkumpulnya tukang becak, pedagang kecil mengais rejeki .

Adapun santunan yang dibagikan dalam bakti sosial itu berupa sembako , handsanitizer, dan masker.
Tujuan kegiatan itu dilakukan untuk meringankan beban ekonomi lantaran pendapatannya mereka menurun drastis akibat dampak dari Virus Corona.

Jamari salah satu pengayuh becak warga Desa Pranti Kecamatan Sulang mengaku bahwa saat ini pendapatannya hanya sebesar Rp. 15 ribu.
Belum lagi dipotong ongkos setoran sewa becak sebesarRp. 6 ribu per harinya.

“Lha gimana, saat ini sekitar
Rp. 15 ribu, Rp. 20 ribu per hari. Belum nanti bayar sewa becaknya Rp. 6 ribu per hari,”ungkapnya

Untuk menyewa alat transportasi roda tiga itu, pria yang beristrikan hanya seorang pedagang jajan anak anak sekolah itu mengaku cukup berat.

“Jam 07.00 WIB sampe Asyar (15.00 WIB) ya itu dapatnya. Setelah pulang ya setoran ke Bosnya,”ucap dia.

“Bos saya yang punya Becak itu Pak Jonowi, rumahnya Sumberjo, selatan Pasar Rembang. Jam 07.00 WIB becaknya tak ambil, lalu pulabgnya ya tak kembalikan lagi sembari bawa setoran sewa itu ah,”sambungnya.

Tak hanya itu, sang Istri Marni pun saat ini tak bisa berjualan makananan atau jajan anak anak lantaran siswa siswi diliburkan hingga belum tahu sampai kapan.

“Lha wong Mak ne (istri) itu jualan jajan kecil di depan TK (Taman Kanak-kanak) saat ini pun libur sekolah. Jadi ya tak ada yang,”ungkap dia.

Sementara, sebelum adanya dampak Corona ini, ia bisa mendapatkan pebdapatan sekitar Rp. 50an ribu per harinya.

“Sebelum ini (Virus Corona), ya bisa mendapatkan sekitaran Rp. 50an ribu, Rp. 40an ribu, Rp. 30an ribu. Lumayan lah bisa dibuat beli beras,”ujarnya.

Dalam pembagian santunan itu polisi juga memberikan himbauan untuk hidup bersih, jaga jarak, dan jangan berkerumun.

Sebab imbauan itu untuk memberikan edukasi supaya penyebaran virus Corona dapat diminimlkan. Yakni masyarakat tidak berkerumun, kontak fisik dan lainnya.

Tak sampai di situ saja, salah satu disabilitas asal Sidowayah Rembang yang bernama Purnomo pun ikut diberikan bantuan itu.

Saat ditanya wartawan
Purnomo pun merasa senang.
Sebab sudah diberikan bantuan yang bisa dimanfaatkan oleh keluarganya.

Mengingat selama puluhan tahun ia tak bisa bekerja lantaran usai kecelakaan saat mengemudikan bus antar kota dalam provinsi (AKDP) di wilayah Pati.

“Ya Al Hamdulillah Pak Polisi… sudah diberikan bantuan. Sebab saya sudah tak bisa kerja itu mulai sekitaran tahun 1984. Saat itu, bus yang saya sopiri mengalami kecelakaan di Pati,”ucap dia.

“Dalam situasi itu, kaki saya diamputasi. Sehingga tak bisa lagi bekerja. Ya syukurlah dapat bantuan ini Pak Polisi,”sambungnya.

Sementara itu, Kapolres Rembang AKBP Dolly A. Primanto mengaku senang dan bangga bisa dekat dengan warga Rembang tanpa pandang bulu.

“Kita ini (bakti sosial) dibantu atau didampingi juga dari jajaran Kodim 0720/Rembang, tokoh pemuda Rembang dan lainnya,”kata Dolly.

Bantuan itu memang diberikan kepada warga yang mempunyai perekonomian menengah ke bawah. Terlebih lagi, mereka yang terkena dampak virus corona saat ini.

“Masyarakat kecil saat ini yang berada di ekonomi menengah ke bawah mempunyai keluhan. Sehingga sebelum kegiatan, kita mendeteksi terlebih dahulu supaya bisa tepat sasaran. Dan mudah-mudahan dapat barokah, manfaat bagi keluarga. Aamiin,”harap Dolly.

Tak sampai di situ saja, Dolly pun memaparkan Maklumat Kapolri Jendral Polisi Drs. Idam Aziz, M.Si terkait adanya wabah virus corona yang harus diperhatikan oleh semua masyarakat.
Yakni dengan cara menghindari kerumunan masa, bisa beraktivitas di rumah, menunda hajat atau keperluan umum yang melibatkan banyak orang, hidup bersih, memeriksakan diri ke medis dengan baik dan lainnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada warga Rembang untuk bisa selalu mematuhi peraturan yang diinstruksikan oleh pemerintah maupun polisi dan instansi yang terkait untuk bisa sama sama mencegah penularan virus corona ini.(san)