
Semarang-Mediatajam.Com-Ribuan warga Kelurahan Cepoko Kec.Gunungpati Semarang tumpah ruah memadati jalanan ,dengan memakai beragam kostum dari aneka buah –buahan sampai kostum ala Jawa mereka antusias menyongsong acara Merdi deso/sedekah desa yang sudah dari tahun ketahun secara rutin di selenggarakan setiap tangal 27 Agustus .
Acara sedekah desa ini di kemas dengan berbagai pertunjukan seperti lomba Karnaval yang melibatkan tiga RW dan semua RT ,kelurahan Cepoko di ikuti dari pelajar mulai darai tingkat SD sampi SMK di kelurahan Cepoko Semarang dan malam harinya di adakan pertunjukan pentas wayang Kulit semalam suntuk dalang dari Abarawa (Baruklinting) .

Bagi pemenang lomba di sediakan hadiah berupa uang yakni, juara satu sebesar ,Rp.1000.000 juara dua Rp.750.000 sedangkan juara tiga Rp. 500.000.
Lurah Cepoko Yudik Relawati S.H mengatakan ,lomba karnaval sedekah desa ini selain mengasah kreatifitas masyarakat juga di maksutkan untuk nguri nguri kebudayaan yang sudah menjadi tradisi dari leluhur secara turun temurun ,selain itu juga untuk promosi wisata yang kebutelun kata dia desa cempoko gunugpati semarang pada tahun ini di canagkan sebagai kampung Tematik.
“Kebetulan desa Cepoko ini baru merintis desa wisata harapan kami dengan menggelar karnaval ini juga akan berpengaruh dan berdampak positif kepada warga sendiri maupun marga lain sehingga akan di kenal oleh masyarakat ,sesuai tema yaitu KABEJA (Kampung buah Cepoko) karena desa ini merupakan sentral buah buahan “Jelas Yudik.usai Acara Sabtu (26/8/17).
Di jelaskanya , Desa Cepoko saat ini mempunyai Komoditas utama dan unggulan kebun buah –buahan seperti kelengkeng , jambu kristal,jambu merah pepaya Kalivornia ,dan ada berbagai macam pisang .
Selain komoditas utama, juga pembibitan tanam buah lain di antaranya Srikaya Grand Anoa, Sirsat Madu dan Durian montong “ Jadi semua buah ada di sini ,dan untuk pengolahan kita bentuk kelompok-kelompok tani kemudian setiap kelompok itu membidangi di buah masing masing “Paparnya.
Yudik menambahkan,ia mengakui hingga saat ini masih ada kendala yaitu terkait penjualan berbagai buah tersebut hasilnya banyak namun kata dia masyarakat belum mempunyai tempat penjualan. ” maka dengan adanya kampung tematik ini nanti kami akan membuat stand Center di mana kalau sebelumya di jual di pasar jowar.Bulu ,Karang Ayu ,sampai Ungaran .nantinya masing –masing petani itu bisa menjual daganganya itu di desa sendiri “.Pungkasnya .*(Tomo)


