Lifestyle

Sedekah Desa Cepoko Di gelar Meriah ,Ini Alasanya

salah satu Warga Rt 0.4 mengikuti lomba Karnaval Sedekah Desa yang di selenggarakan Desa Cepoko Foto: (Moh Utomo)

Semarang-Mediatajam.Com-Ribuan warga  Kelurahan Cepoko Kec.Gunungpati Semarang  tumpah ruah memadati  jalanan ,dengan  memakai beragam kostum  dari aneka buah –buahan sampai kostum ala Jawa  mereka antusias menyongsong  acara Merdi deso/sedekah desa  yang sudah dari tahun ketahun secara rutin di selenggarakan setiap tangal 27 Agustus .

Acara sedekah desa  ini di kemas  dengan berbagai  pertunjukan seperti  lomba Karnaval  yang melibatkan  tiga RW dan semua RT ,kelurahan Cepoko  di ikuti dari pelajar  mulai darai tingkat  SD sampi SMK di kelurahan Cepoko  Semarang dan malam harinya di adakan pertunjukan pentas wayang Kulit semalam suntuk  dalang dari Abarawa (Baruklinting) .

Lurah Cepoko Yudik Relawati S.H tengah di dampingi kepala SMPN 41 Semarang Dra,Nur Wakhidah Pramudiyati

Bagi pemenang lomba di sediakan hadiah berupa uang yakni, juara satu sebesar ,Rp.1000.000 juara dua Rp.750.000 sedangkan juara tiga Rp. 500.000.

Lurah Cepoko Yudik Relawati S.H mengatakan ,lomba karnaval sedekah desa ini selain  mengasah kreatifitas masyarakat juga di maksutkan untuk nguri nguri kebudayaan  yang sudah menjadi tradisi dari leluhur secara turun temurun ,selain itu juga  untuk promosi wisata  yang kebutelun kata dia desa cempoko gunugpati semarang  pada tahun ini di canagkan sebagai kampung Tematik.

“Kebetulan desa Cepoko ini baru merintis desa wisata harapan kami dengan menggelar karnaval ini juga akan  berpengaruh  dan berdampak positif kepada  warga  sendiri maupun marga lain sehingga akan di kenal oleh masyarakat ,sesuai tema yaitu KABEJA (Kampung buah Cepoko) karena desa ini merupakan sentral buah  buahan “Jelas Yudik.usai Acara Sabtu (26/8/17).

Di jelaskanya , Desa Cepoko  saat ini mempunyai Komoditas utama dan unggulan kebun buah –buahan seperti  kelengkeng , jambu kristal,jambu merah pepaya Kalivornia ,dan ada berbagai macam  pisang .

Selain komoditas utama, juga pembibitan tanam buah lain di antaranya Srikaya Grand Anoa, Sirsat Madu  dan Durian  montong “ Jadi semua buah ada di sini ,dan untuk pengolahan kita bentuk kelompok-kelompok tani kemudian setiap kelompok itu membidangi  di buah masing masing “Paparnya.

Yudik menambahkan,ia mengakui  hingga saat ini masih ada kendala yaitu terkait penjualan  berbagai buah tersebut hasilnya banyak  namun kata dia masyarakat belum mempunyai tempat penjualan. ” maka dengan adanya kampung tematik ini nanti kami akan membuat stand Center di mana kalau sebelumya di jual di pasar jowar.Bulu ,Karang  Ayu ,sampai Ungaran .nantinya  masing –masing petani itu bisa menjual daganganya itu di desa sendiri “.Pungkasnya .*(Tomo)