Tajam News

Silaturohmi Ke Lasem Dan Sarang , Gubernur Muhamad Zainul Bahas Pagar Nusa Hingga Ngaji Bareng Mbah Mun

REMBANG,Mediatajam. Com – Dr. KH Muhamad Zainul Majdi seorang tokoh ulama asal Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar silaturohmi di kediaman KH. Abdul Qoyum Desa Soditan Kecamatan Lasem Sabtu (17/2/2018) petang

Dalam kunjungannya pria yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) yang saat ini menjabat sebagai Gubernur NTB tersebut disambut oleh Forkopimca Lasem, KH. Suyuti dari Cepu Blora dan Gus Ata’bi Lasem.

Adapun inti dalam silahturohmi tersebut yakni untuk membahas
mengenai pagar nusa ( Banser ) sebagai keamanan untuk menjaga semua umat Islam bukan hanya untuk menjaga NU. Mengingat tokoh pendiri NU yakni KH. Ma’sum dari Lasem.

Sementara itu, dalam pertemuan tersebut juga mengingatkan bahwa umat islam jangan sampai terpecah belah dan diadu domba oleh oknum siapapun juga.

Keesokan harinya pada Minggu (18/2/2018) pagi TGB Muhamad Zainul Majdi menggelar shalat Subuh berjamaah di Masjid Jami Lasem kemudian dilanjutkan silaturahmi dan ngaji ahadan kitab Tafsir jalalain bersama KH Maemun Zubair di Ponpes Al Anwar Sarang .

Riwayat Pendidikan TGB

Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. K.H. . Muhammad Zainul Majdi, M.A Lahir di Pancor, Selong, 31 Mei 1972 adalah Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) 2 periode masa jabatan 2008-2013 dan 2013-2018.

Tuan Guru Bajang adalah panggilan masyarakat sasak terhadap ulama muda

Dia adalah cucu dari Maulana Syekh Tuan Guru Haji M.Zainuddin Abdul Madjid ulama kharismatik di Nusa Tenggara Barat, khususnya di tanah Lombok.

Sebagai keluarga ulama, pendidikan Zainul Majdi tidak lepas dari pendidikan agama yang menjadi prioritas utama Zainul juga belajar formal di di SDN 3 Mataram lalu melanjutkan pendidikannya di Madrasah Tsanawiyah Mu’allimin Nahdlatul Wathan Pancor hingga Madrasah Aliyah (MA) setara SMA

Lulus dari M A Zainul mulai menunjukkan kapasitasnya minatnya kepada ilmu Agama semakin dalam. Ia memilih untuk memperdalam Islam ia
meneruskan pendidikan di Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir dan Ilmu-Ilmu Al-Qur’an Universitas Al-Azhar Kairo.Sebelum memasuki perguruan tinggi, Zainul sudah mampu menuntaskan hafalan 30 juz Alquran di Ma’had Darul Qur’an wal Hadits Nahdlatul Wathan Pancor selama setahun (1991-1992)

Lulus setingkat S1 pada tahun 1996, Zainul memilih melanjutkan pendidikannya ke jenjang master. Lima tahun berikutnya, ia meraih Master of Art (M.A.) dengan predikat Jayyid Jiddan.

Tidak tanggung-tanggung dalam menimba ilmu, Tuan Guru Bajang terus meningkatkan keilmuannya dengan melanjutkan program S3 doktor di bidang yang sama.Pada awal tahun 2011 TGB Muhamad Zainul lulus dengan predikat Martabah EL-Syaraf El Ula Ma`a Haqqutba atau Summa Cumlaude.**Hasan