Tajam News

Sisa Lelang Tak diberikan, Bank Mega dilaporkan ke Polda

Semarang,mediatajam.com – DIDIK AGUS ROFIYANTO, Pengusaha Madu Warga Dukuh Luboyo Desa Bumiayu Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati hari ini (14/12) mendatangi Polda Jawa Tengah. Didik panggilan akrabnya di dampingi 2 (dua) pengacaranya, yaitu Karman Sastro dan Akhmad Rif;an Nawawi dari kantor hukum Karman Sastro & Partner.

Kedatangannya ke Polda Jateng untuk melaporkan Bank Mega Cabang Pembantu (KCP) Pati beralamat di Jenderal Sudirman No. 87 Pati Regency, Pati Kidul Kota Pati.

Karman selaku pengacara Didik menuturkan, kita laporkan Bank Mega Cabang Pati atas dugaan tindak pidana Penggelapan sebagaimana pasal 372 KUHP. Hal ini didasarkan atas sisa pengembalian lelang tanah dan bangunan milik klien kita yang dilelang oleh Bank dan tak pernah dikembalikan, jelasnya.

Tanah dan bangunan SHM klien kita yaitu (SHM) No. 1248 seluas 485 m2 memang menjadi agunan di Bank Mega karena kredit antara klien kita dan Bank Mega. Berdasarkan Risalah Lelang Nomor : 1082/37/2020 tanggal 01/10/2020, tanah dan bangunan milik klien kami dilelang melalui KPKLN dan laku seharga Rp 425.598.000, jelasnya.

Karman menambahkan, dalam UU Nomor 4 tahun 1996 tentang Hak Tangunggan, telah tegas mengatur bahwa jika kreditur atau Bank Melakukan lelang maka hanya sebatas mengambil pelunasan hutangnya.

Jika ada sisa lelang maka wajib dikembalikan kepada debitur dalam hal ini klien kami. Berdasarkan surat penawaran penyelesaian kredit nomor : 0157/RSMG-CARC/V/2020 tertanggal 14 Mei 2020 klien kita diminta menyelesaikan sebesar Rp 328.835.011,00.
Dengan demikian, ada sisa uang hasil lelang sebesar Rp 96.762.989,00. Karena tak ada etikad baik dari bank Mega mengembalikan sisa lelang, maka hari ini kita laporkan ke Polda Jateng, tuturnya.

Didik menambahkan, sejak awal Bank Mega memang aneh dan terkesan menghindar untuk menyelesaikan hutang saya. Mau saya lunasi kok diminta menyelesaikan melalui pihak ketiga. Ini kan aneh, makanya saya minta pengacara saya untuk melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri dan Pengadilan PTUN, jelasnya.

Dalam waktu dekat kita minta lembaga lain termasuk Komisi Yudisial untuk melakukan monitoring kasus saya supaya transparan dan adil. Saat ini perkara Perkara No. 57/Pdt.G/2021/PN.Pti dalam tahap banding di Pengadilan Tinggi. Kita berharap Polda serius untuk menangai perkara saya, harapnya. **SF