Tajam News

Soal Penutupan Akses Jalan Proyek Bendung Ceper Kragan. Ini Tanggapan Ketua DPRD Rembang dan Komisi III

Rembang,mediatajam.com  – Seharusnya dinas terkait dan kontraktor proyek rehabilitasi jaringan daerah irigasi (DI) bendung ceper di wilayah Kecamatan Kragan itu , sebelum melaksanakan pekerjaannya terlebih dahulu menggelar sosialisasi dengan melibatkan pemerintah desa dan masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan
Ketua DPRD Rembang H.Supadi setelah mendapat informasi adanya warga asal Kecamatan Kragan
yang menutup akses
jalan proyek dilahan
pertanian milik petani setempat.

“Informasi yang kami terima masyarakat sebetulnya sangat senang dan mendukung adanya proyek rehabilitasi bendungan itu.
Untuk mesalah penutupan akses jalan menuju proyek mereka lakukan.
Karena mereka khawatir
lahan pribadi miliknya yang
dibuat untuk akses jalan menuju proyek lahan pertaniannya rusak terkena dampak pembuatan
akses jalan dengan menggunakan alat berat.
Mungkin saja sejak awal masyarakat setempat tidak mendapat sosialisasi sebelum pekerjaan dimulai dari pihak – pihak terkait termasuk dari kontraktornya. Sehingga dilapangan terjadi miss komunikasi ” ungkap Ketua DPRD Rembang H.Supadi .

Dengan adanya permasalahan tersebut H.Supadi meminta dinas terkait dan kontraktor pemenang lelang proyek bersama Pemerintah Desa setempat untuk segara berembuk mencari solusi terbaik penyelesaiannya.

“Ya kejadian ini tentunya menjadi pembelajaran ,
kami berharap kepada Dinas terkait sebelum proyek dimulai hendaknya menggelar sosialisasi terlebih dahulu dengan warga.
Hal itu dilakukan selain masyarakat mengetahui apa manfaat dan dari mana sumber anggaran pembangunan proyeknya.
Juga dapat menghindari terjadinya hal – hal yang
tidak diinginkan.
Nguwongke uwong iku penting (menghormati, menghargai, bertoleransi dan mau bekerjasama bersama
orang lain. Red )
itu sangat penting .”tandasnya

Sementara itu Ketua Komisi III DPRD Rembang H.Mursyid didampingj Wakil Ketua Puji Santoso saat dikonfirmasi mengatakan
dalam aturan sebetulnya sudah ada bagaimana tahapan – tahapan persiapannya proyek dimulai setelah kontrak ditandatangi kontraktor pemenang lelang.
Sebelum melaksanakan pekerjaan, biasanya Pejabat Pembuat Komitmen terkait, Pengawas, dan juga penyedia jasa tersebut menggelar rapat bersama untuk membahas dan memaparkan metode pelaksanaan serta schedul pelaksanaannya .

“Dalam rapat itu biasanya juga dibahas permasalahan – permasalahan yang mungkin saja terjadi selama pelaksanaan pekerjaan serta bagaimana penyelesaian yang mungkin dapat dilakukan untuk mengantisipasinya.
Termasuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang akan dilaksanakannya proyek didaerah tersebut dengan berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan aparatur pemerintah setempat.”tandasnya
Rabu (18/08/2021)

“Kami dari Komisi III telah melakukan pengawasan di lokasi proyek dalam waktu dekat kami akan segera menggelar rapat kerja dengan mengundang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ,kontraktor serta Pemdes dan masyarakat
desa setempat.”pungkasnya (Hasan M Yahya)