
-Semarang .Mediatajam.Com-Sobirin (41)Warga Kedung Muti Kelurahan Wedung Kab Demak bersama dua rekanya mengaku di aniaya oleh sejumlah orang saat bekerja di Tambak milik penggarap tambak H. Sholehan Warga setempat.
Awal kejadian Sobirin kepada Awak media Menuturkan,pada Saat itu hari Jumat,11 Mei 2018 Ia bersama rekanya sedang bekerja di dalam gudang tambak membuat bale/tempat duduk dari bambu ,kemudian kata dia datang seorang perangkat desa (Carek) Kedung Muti berinisial M ,tidak lama kemudian ada Kapolsek Wedung berseragam lengkap datang ,namun Ia jelaskan di lokasi juga ada masa sekitar 30 orang yang tidak Ia kenal .
“Tidak lama Pak kapolsek datang di dalam,kemudian pak soleh (penggarap Tambak) datang ketemu dengan pak Carik ,saya tidak jelas apa yang di bicarakan tau tau ribut adu mulut ,kemudian pak Kapolsek bicara ‘pak ndak usah ribut di belakang di depan saja ,”menirukan ucapan Kapolsek .saat di Polres Demak Senin (14/5/18.
Begitu sampai di depan lanjut Sobirin,tau tau pak sholehan di keroyok oleh sejumlah orang ,mendengar ada keributan dua rekan nya yang di luar berusaha melerai namun malah di keroyok oleh massa .
“Rekan saya M.Safaudin , dan Abdulah hassan, ini lagi bekerja di bawah gudang mendengar ada keributan ia berusaha melerai tapi malah kena pukul dari massa ,kemudian saya berdiri tau tau tangan saya ini di apit seseorang dan kaus saya di tarik kebetulan saya tau, namanya bu Saidah (saudara bu Farikha) hingga robek , di situ saya di pukuli oleh adik dan keponaka bu saidah hingga mata sebelah kiri saya memar .”bebernya .
Dari kejadian itu ,lanjut dia bersama H,Sholehan penggarap tambak langsung pergi kedokter untuk memisum luka –lukanya dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Demak dengan harapan kasusnya ini bisa di tindak lanjuti oleh penegak hukum dengan seadil adilnya.
Hingga saat ini sobirin mengaku ,badanya masih lemas dan kepala pusing mata masih memerah lebam rencana sehabis dari Polres akan ke dokter untuk memerikakan kesehatanya.
“ kami ini pekerja,tidak tau menau permasalahan di dalam lingkup tambak tapi kenapa malah kami yang menjadi korban penganiayaan ,kami tidak terima ,harapan kami kepolisian tidak tebang pilih pelaku harus di tindak sesuai Hukum .”tandasnya.
Sengketa Tambak .
Dari pantauan Borgol.com sekira pukul 12.30 di Polres Demak ternyata ada pertemuan dari Polsek Wedung bersama perangkat desa setempat dan di pimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Demak AKP Tri Agung untuk mediasi permasalahan namun salah satu dari pihak yang bersengketa tidak hadir sehingga belum menemukan titik temu bagi kedua belah pihak terpaksa pertemuan akan di lanjutkan pada hari selasa besok pada pukul 14 .00 siang .
“Jadi disi kami dari kepolisian Demak berusaha untuk mediasi dari kedua belah pihak silahkan di selesaikan ,namun terkait permasalahan sengketa tambak itu bukan urusan saya , ada jalur hukum di pengadilan silahkan di selesaikan ,yang jelas kalau kemudian dari kedua pihak sama-sam bersikukuh saling mengklaim dan terjadii sesuatu yang menuju pidana akan saya proses.”tandas Tri Agung.**Uut



