Tajam News

Stok Vaksin Jadi Kendala , Kabupaten Rembang Naik Jadi Level 3

Rembang,mediatajam.com – Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di enam Kabupaten masing -masing Kabupaten Rembang , Pati , Blora ,Kudus ,Grobogan danJepara naik dari level 2 ke level 3 lebihKenaikan dari level 2 ke level 3 lebih itu karena capaian vaksinasi belum 50 % dari target sasaran.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Rembang, Arief Dwi Sulistya
Menjelaskan stok vaksin menjadi kendala untuk percepatan vaksinasi.Terakhir meendapat droping vaksin hari jum’at lalu dengan jumlah sekitar 1500 fial. Vaksin yang ada sudah di drop ke puskesmas dan rumah sakit untuk segera disuntikkan.

Arief menyebutkan sampai Senin 4 Oktober kemarin capaian vaksinasi di persentase 44,6 %. Namun berdasarkan data KTP warga yang telah mengikuti vaksinasi mencapai 48%.

Langkah yang ditempuh Pemkab tetap menggencarkan vaksinasi , penyiapan SDM atau Vaksinator dan koordinasi untuk stok vaksin. Yang paling mendapat perhatian adalah stok vaksin .

“Karena sampai saat ini hanya satu jalur dari provinsi, walaupun berbagai stakeholder seperti Partai Politik, BUMN, TNI, Polri menyediakan layanan vaksinasi. Tetapi jalur masuknya tetap di dinas kesehatan, kemudian didroping bersama- sama sesuai dengan penerima vaksinnya, ”

Per 5 Oktober pukul 14.00 WIB berdasarkan pada situs covid-19.rembangkab.go.id kasus aktif di Rembang hanya ada 4.

Terkait kenaikan level tersebut, Wakil Bupati Rembang Mochammad Hanies Cholil Barro” menyampaikan ucapan terimakasih kepada para Tenaga Kesahatan di setiap Fasilitas Kesehatan. Pasalnya selama Jum’at hingga Senin kemarin, mereka bekerja keras untuk melayani vaksinasi masyarakat hingga ada yang malam hari.

“Kendalanya di ketersediaan vaksin memang. Meskipun demikian kita sampaikan terimakasih kepada nakes yang sudah bekerja keras, hingga ada yang vaksinasi malam hari, ” ungkapnya.

Wabup juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang memiliki antusias tinggi untuk vaksin. Ia yakin tidak ada hitungan satu minggu ini, capaian vaksinasi bisa 50% dari target sasaran yakni 256.300 orang. (Hasan M Yahya)