Kapolsek Sarang AKP I Made Hartawan Kordinasi Bersama Tim
REMBANG,MediaTajam.Com_ Nur Salim (55) warga Desa Lodan Kulon RT 7 RW 1 Kecamatan Sarang mengalami nasib nahas
Pasalnya, lelaki paruh baya yang sehari hari bertani dikabarkan akan pulang meregang nyawa di embung Lodan Wetan Kecamatan Sarang pada Senin (21/8/2017) sekitar pukul 11.30 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun mediatajam.com, peristiwa bermula pagi itu korban beraktivitas di ladang yang berada di seberang embung.
Setelah siang harinya, korban hendak pulang serta menyabrang embung dengan menggunakan sebuah rakit.
Namun, rakit yang akan dibawanya tersebut berada di seberang. Sehingga korban menggunakan batang pisang untuk sebagai alat penyebrangan.
Akan tetapi nasib nahas yang menghampirinya. Sebab rakit yang akan diambilnya dengan menggunakan batang pisang tersebut tak berhasil diambil. Dan diduga korban tenggelam lantaran saat akan mengambil rakit tersebut menggunakan batang pisang.
Salah seorang rekan korban, Jumari menceritakan, awalnya ia juga sempat ditawari untuk pulang bersama sama dengan menggunakan rakit.
Hanya saja ia tak mau lantaran keberadaan rakit bambu berada di seberang. Sehingga pihaknya pulang dengan menggunakan jalan lain.
“Saya sempat ditawari untuk pulang bareng. Namun saya takut. Sebab rakit bambunya ada di seberang sana. Setelah itu, pak Salim mengambil batang pisang untuk menyabrang dan mengambil rakit. Namun setelah itu orangnya tak muncul juga,” ungkapnya.
Diketahui, korban saat akan mengambil rakit tersebut meninggalkan rantang nasi, berupa sekarung rumput dan pakaian berupa kaos.
“Setelah tak muncul, lalu saya memberitahu Sucipto dan akhirnya diketahui oleh pak Karyani yang akhirnya diberitahukan kepada pihak kepolisian dan warga yang ada untuk bersama sama mencari korban,” paparnya.
Kapolsek Sarang AKP I Made Hartawan saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. pencarian korban dilakukan dengan cara kerjasama antara pihak kepolisian dan tim Basarnas dan warga yang ada.
“Untuk pencarian tadi sampai pukul 18.00 WIB saja. Namun setelah itu, proses pencarian dihentikan mengingat medan atau TKP tak memungkinkan,pencarian dilanjutkan besok” terangnya.**Hasan Yahya


