Tajam News

Terlilit Utang, Suami di Rembang Rela Nikahkan Istrinya dengan Lelaki Lain

Foto : Pasangan suami istri, Sucipto dan Badriah diamankan polisi lantaran memalsukan identitas data orang lain untuk menikah.

REMBANG, mediatajam.com – Terlilit utang dan faktor ekonomi, seorang suami di Kabupaten Rembang rela menikahkan istrinya sendiri dengan laki-laki lain demi melunasi hutang-hutangnya.

Awalnya, Sucipto (40) yang merupakan perangkat desa di Kecamatan Lasem itu meminta istrinya Badriah (30) yang juga menjabat sebagai Kepala PAUD di Kecamatan Lasem berpura-pura berstatus single atau perawan untuk mencari suami baru melalui aplikasi media sosial Mi-Chat.

Disisi lain, ada dugaan motif lainnya yakni pelayanan biologis yang diberikan oleh Sucipto terhadap Badriah dirasa kurang memuaskan.

Setelah berselancar di aplikasi Mi-Chat, Badriah akhirnya mendapatkan sasaran seorang laki-laki muda berinisial AK yang merupakan warga desa di Kecamatan Sale.

Keduanya akhirnya melangsungkan pernikahan di Kecamatan Sale sejak tiga bulan lalu. Semua biaya untuk kebutuhan pernikahan mereka berdua yang menelan biaya senilai Rp 220 juta seluruhnya ditanggung oleh AK.

Setelah pernikahan berlangsung, Badriah mendapatkan jatah dari suami barunya AK sebesar Rp 450 ribu setiap minggu untuk diserahkan kepada Sucipto.

Namun tak lama kemudian, aksi kurang ajar Sucipto dan Badriah ini terkuak dan harus berurusan dengan polisi lantaran telah memalsukan data untuk pencatatan pernikahan.

Sebelumnya, dibantu Sucipto yang merupakan perangkat desa, Badriah memalsukan nama dan identitasnya menggunakan data milik IC.

IC merupakan seorang guru yang juga rekan Badriah mengajar di sekolahnya.

Kasus ini terungkap, setelah IC yang menjadi korban tersebut berniat menikah. Saat datang ke kantor KUA Lasem untuk menyerahkan persyaratan, ternyata datanya sudah pernah digunakan orang lain dan dianggap sudah menikah.

Kapolres Rembang, AKBP Dandy Ario Yustiawan menyatakan, kasus ini terjadi merupakan buah kesepakatan antar dua tersangka yang merupakan pasangan suami istri.

“Pernikahan sudah berlangsung tiga bulan. Nikahnya resmi. Dokumen akte nikah asli, namun surat-sarat untuk mengurus dokumen itu yang dipalsukan,” jelas Kapolres Dandy dalam pres rilis, Senin (13/9/2021).

Dandy menjelaskan tersangka Badriah ini setiap hari pergi ke Lasem untuk melaksanakan tugasnya sebagai guru pengajar.

“Kemudian siang harinya, Badriah mampir ke suami aslinya Sucipto untuk menjalani tugas sebagai istri. Namun pada sore harinya, Badriah kembali pulang ke Kecamatan Sale ke rumah AK yang merupakan suami hasil pencariannya di aplikasi Mi-Chat. Setiap malam Badriah juga menjalankan tugas sebagai istri dengan AK,” terangnya.

Saat ditanyai oleh para awak-media Sucipto mengaku, rela melakukan perbuatannya bersama dengan sang istri lantaran himpitan ekonomi. meski berprofesi menjadi guru dan perangkat desa, ternyata Badriah dan Sucipto menanggung banyak utang.

“Karena kebutuhan ekonomi kurang, ada utang,” ucapnya.

Atas perbuatannya, pasangan suami istri tersebut disangka melanggar KUHP Pasal 263 Ayat 1, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (MM)