Tajam News Kriminal

Ternyata Otak Perampokan Mobil Fortuner Seorang Wanita Muda

Semarang,mediatajam.com – Siapa sangka ternyata wanita muda bernama Siti Kholifah alias Gamis (25) warga Lamper Tengah Semarang Selatan di Kota Semarang merupakan otak dari aksi perampokan bermodus investasi.

Ia bersama tiga pria kawannya menggasak sejumlah barang berharga dan membuang korban ke kawasan Sigar Bencah, Kecamatan Tembalang beberapa waktu lalu.

Tim Polrestabes Semarang berhasil mengungkap kasus perampokan tersebut.

Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana, bahwa yang menjadi leader adalah tersangka inisial S (Siti Kholifah) karena semua yang mengatur adalah yang bersangkutan.

Turut diringkus tersangka lain, Agus Sentosa, (30), seorang residivis asal Brangsong Kendal. Dua pelaku lain, inisial MBH dan A, keduanya juga warga Kendal, masih dalam pelacakan kepolisian.

“Pelaku dalam kejahatan ini berjumlah empat orang. Dua orang sementara ini kami tetapkan sebagai DPO dan masih kami lakukan upaya pencarian,” katanya saat pers rilis kasus itu pada  Kamis (22/07/21) di loby Mapolrestabes Semarang.

Kasat Reskrim menjelaskan, kronologi perampokan bermula dari dua korban, yakni Ginza Ghibran Maulana Malik, 25 tahun, warga asal Cileunyi, Kabupaten Bandung dan Aldo Brilianta, warga Pedurungan, Kota Semarang, bertemu dengan Ganis pada Selasa, 29 Juni 2021, sekitar pukul 22.00 WIB.

Mereka bertemu di sebuah home stay di kawasan Pedurungan untuk membicarakan investasi yang dijanjikan Gendis. Pertemuan dua korban dan Ganis di malam itu diketahui merupakan pertemuan yang kedua, setelah sebelumnya mereka juga pernah bertemu perdana di tempat lain.

“Pelaku dengan korban menjanjikan dan berpura-pura akan menjadi donatur atau melaksanakan usaha handphone,” terangnya.

Rupanya, pertemuan dan janji bonus ternyata hanya akal-akalan. Sekitar 10 menit berbincang, Ganis keluar dari ruangan. Momen itu digunakan pelaku lain masuk dan beraksi.

Mereka selanjutnya meringkus korban dengan ancaman akan dibunuh, disekap dan ditutup kepalanya menggunakan sarung bantal.

“Dua korban kemudian dimasukkan dan dibawa menggunakan mobil Aldo, Fortuner dan dibuang ke kawasan hutan di Sigar Bencah, sekira pukul 00.00 WIB. Barang berharga seperti Fortuner, dua unit handphone serta uang tunai Rp 150 ribu dan ATM berisi Rp2,2 juta dirampas. Setelah menurunkan para pelaku kemudian pergi namun sempat balik arah mencari dua korban. Keterangan dari para korban mereka sempat merasa dikejar oleh para pelaku. Sekitar dua jam dua korban ini bersembunyi di kawasan hutan,” beber Indra.

Setelah berhasil melepaskan diri, Ginza dan Aldo selanjutnya jalan kaki ke Polsek Tembalang untuk melaporkan perampokan yang dialaminya. Tim gabungan Polsek Tembalang dan Polrestabes Semarang dalam tempo singkat akhirnya berhasil melacak keberadaan Ganis. Wanita muda ini dicokok polisi bersama Agus Sentosa di depan terminal Madiun, Rabu, 30 Juni 2021, sekira pukul 15.30 WIB.

Dua pelaku dikawal petugas menuju gelar pers rilis.

“Barang bukti mobil Fortuner kami amankan di Demak,” sambung Indra.

Sementara Ganis mengakui perbuatan yang dilakukan bersama kawanannya. Sejak awal kenal lewat medsos ia sudah mengincar barang berharga milik korban Aldo.

“Niat awalnya mengambil handphone, saya kira awalnya dia punya lima handphone, ternyata hanya ada dua,” aku wanita muda berambut panjang itu.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Ganis dan Agus Sentosa kini meringkuk di tahanan Mapolrestabes Semarang guna menjalani proses hukum. Mereka dijerat dengan pasal 365 ayat 1 dan ayat 2 ke-1 dan ke-2 KUHP, ancaman hukuman 12 tahun penjara.**SEF