REMBANG,MediaTajam.Com _Sungguh miris nasib Ayu (11), anak yang diduga ditelantarkan orang tuanya, di Desa Sendangwaru Kragan saat ini masih terkulai lemas di ruang perawatan RSUD dr Soetrasno lantaran didiagnosa mengalami gizi buruk.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, gadis malang tersebut merupakan anak pasangan suami istri Darwi (48) dan Surti (40) yang telah pindah domisili dari Desa Sendangwaru ke Mojokerto Jawa Timur sejak tahun 2004 lalu.
Kedua orang tuanya yang telah bercerai meninggalkan anaknya, sedang ibu kandungnya yang terhimpit ekonomi terpaksa menjadi TKI. Akibat kondisi itu buah hati dari hasil pernikahannya terlantar.
Kepala Desa Sendangwaru Nur Arifianto saat ditemui wartawan mediatajam.com mengatakan, Darwi yang warganya tersebut pertama menikah dengan Suparmi warga Desa Candimulyo Sedan, namun pernikahannya kandas dan bercerai. kemudian Darwi menikah lagi dengan Surti. Usai menikah,mereka pindah domisili ke Jawa Timur diduga karena pihak keluarga Surti tak merestui pernikahan mereka.
“Darwi bekerja sebagai buruh bangunan, dari hasil perkawinan mereka dikaruniai seorang anak. Entah sebab apa baru beberapa tahun menikah mereka bercerai. Kemudian Surti pulang ke kampung halaman dan beberapa bulan kemudian berangkat ke Malasyia menjadi TKI,” tuturnya.
Sementara Darwi menikah lagi dengan mantan istrinya (rujuk). Ayu yang sebelum ditinggal ke negeri jiran oleh ibunya diserahkan ke mantan suami untuk merawat dengan baik buah hatinya.
Bukannya dirawat anak kandungnya itu justru dititipkan oleh mbah Waspiah tetangga Warini ibu kandung Darwi ,” terangnya
Sementara itu Waspiah (60) yang merawat Ayu setiap hari selama 1,5 tahun sejak umar 9 tahun saat ditemui mengungkapkan, awalnya ia diminta oleh Darwi untuk merawat ayu dengan biaya sebesar 500 ribu termasuk untuk makan dan pembelian kebutuhan lainnya setiap hari.
Kendati biaya sangat kecil secara tulus dan ikhlas Mbah Waspiah menjalankan tanggung jawabnya mulai dari mengasuh, memandikan menyuapi makan hingga menjaga Ayu saat tidur setiap malam di dalam gubuk bambu berukuran 2 x 2 meter.
“Beberapa tahun lalu tubuh Ayu gemuk. Memang dulu Ayu kalau habis makan beberapa menit kemudian langsung buang air besar, tapi saya tidak tau penyakitnya apa karena belum pernah diperiksakan ke dokter.
” Karena saya tidak mampu dan biaya kebutuhan biaya hidup untuk Ayu sudah beberapa bulan tidak dikirim,akhirnya saya mencari tahu keberadaan Darwi dengan tujuan untuk menyerahkan kembali Ayu kepada ayahnya, setelah saya cari tau akhirnya saya dapat kabar kalau ayah Ayu tinggal di tepi laut Desa Balongmulyo Kragan.
Saat itu juga dengan diantar saudara , saya bergegas bersama Ayu berangka, setelah Ketemu Ayu saya serahkan kembali ke orang tuanya beberapa hari kemudian bukannya dirawat sendiri oleh justru dibawa kembali ke Sendangwaru dititipkan ke mbahnya,” ungkapnya.
Sebelumnya bocah malang sebatang kara dengan kondisi badan kurus kering, di tubuhnya tampak hanya tulang-tulang yang terbungkus kulit, mendapat penanganan intensif di RSUD dr Soetrasno Rembanh dan secara rutin dipantau oleh Dinas Kesehatan.
Sekertaris Kecamatan Kragan Mohamad Arief SP didampingi Plt Kasi Kesra Khombarwati yang secara rutin memantau, mengatakan, kondisi kesehatan bocah bernasib malang itu kini telah berangsur pulih.
“Alhamdulilah kondisi Ayu membaik, terlihat sehat, tadi saya bersama pak Sekcam menengok. Berdasar keterangan perawat di RSUD dr Soetrasno berat badan Ayu yang semula 10 kilo saat ini naik 17 kilo.
Beratnya harus mencapai minimal 25 kilo. Diperkirakan Ayu harus menjalani perawatan selama sebulan,” terangnya.**Hasan Yahya


