Tajam News

Pemberian Urea Berlebihan ,Hasil Panen Padi Petani Ini Menurun

REMBANG,Mediatajam. Com_Lantaran tanaman padinya terserang penyakit tugel gulu , kuantitas produksi padi petani di wilayah Rembang ini menurun jika dibanding hasil panen tahun sebelumnya. Penyakit tugel gulu merupakan penyakit pada tanaman padi yang menyerang daun hingga menyebabkan ujung tangkai tanaman tersebut patah .Akibat serangan itu produksi bulir padi menjadi menurun.

Ishadi, petani asal Desa Punjulharjo Kecamatan kota Rembang menyebutka penyakit tugel gulu terjadi akibat pemberian pupuk urea terlalu banyak , Tujuan pemberian pupuk urea dilakukan secara berlebihan oleh petani agar padi cepat tumbuh.

“Ya maksudnya pemberian pupuk lebih banyak ini tentunya agar padi cepat tumbuh , kalau tidak kita kasih pupuk pertumbuhan padi akan cukup lama. Sedangkan saat ini kondisi cuaca sedang sering turun hujan sehingga kami memanen lebih awal . Nanti kalau tidak segera dipanen, ya sawah bisa resiko kena banjir. Ini kita kasih pupuk berlebih agar dia cepat bisa segera dipanen, tapi justru muncul penyakit,” jelasnya saat ditemui, Selasa (13/3/18).

Ia menjelaskan, normalnya, setiap satu hektare sawah dapat menghasilkan gabah kering giling sampai 5 ton. Namun karena tanaman padi ini kena penyakit tugel gulu saat ini ia hanya mampu mendapatkan 4 ton gabah

“Alhamdulilah Menyerangnya ini tidak merata mas . Dari satu kedok misalnya, hanya seperempatnya saja yang kena. . Karena kalau sudah kena tugel gulu, cenderung dia rusak, dan terbuang. Nah yang bisa dipanen itu, yang beruntung tidak kena (tugel gulu),” imbuhnya.

Petani lainnya, Khoir mengakui harga jual gabah saat ini cukup menguntungkan petani. Setiap kilogram gabah, dijual seharga mulai Rp 4.000 sampai Rp 4.500. Naik hampir Rp 800 jika dibanding dengan harga jual tahun lalu.

“Ya meskipun merugi karena hasil panen menurun, tapi untungnya masih terbantu dengan harga yang bisa dibilang naik kalau dibanding tahun lalu. Itu mungkin karena memang HET nya kan,” katanya.**Hasan Yahya