Semarang,mediatajam com – Sempat viral di medsos empat pria mengamuk dan menodongkan pistol ke manager Excellent Karaoke, Bandungan, Kabupaten Semarang, Kamis (5/9) pukul 02.30 dini hari. Dalam pengaruh minuman keras, empat orang tersebut tak mau membayar tagihan karena menganggap pajak terlalu tinggi.
Polda Jateng memastikan empat pria yang melakukan keributan di tempat karaoke tersebut merupakan anggotanya. Empat polisi dari divisi narkoba tersebut seharusnya piket, namun justru meninggalkan tugas untuk mampir ke tempat hiburan.
“Iya benar, mereka anggota Ditresnarkoba Polda Jateng, harusnya piket malah ditinggal pergi, buat gaduh,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Wachyono di Polda Jateng, Jumat (6/9) usai ungkap kasus Narkoba.
Wachyono menyebut saat ini empat anggota tersebut sudah diserahkan ke Propam Polda Jateng untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Sudah kita serahkan Propam, masih dalam pemeriksaan,” tambahnya.
Ia mendukung tindakan tegas yang akan diambil Propam terhadap anggotanya. Namun, jika dalam pemeriksaan terbukti tentu ada sanksi dikeluarkan dari direktorat Narkoba Jateng.
“Pasti ditindak tegas, nanti lihat pemeriksaan Propam. Kalau terbukti kita lepas dari direktorat narkoba,” ungkapnya.
Sebelumnya sempat viral, empat orang anggota polisi todongkan pistol ke manager Excellent Karaoke di Bandungan, Kamis (5/9) pukul 02.30 WIB. Dimana usai selesai karaoke empat orang yang tidak mau membayar karena menganggap pajak terlalu tinggi.
Manager Excellent Karaoke, Pristiyono mengaku kejadian berawal ketika empat oknum anggota polisi tersebut datang ke tempat karaoke, menyewa ruangan dan sejumlah pemandu lagu. Namun karena tagihan terlalu tinggi tidak mau membayar.
“Tidak mau bayar, alasannya pajak terlalu tinggi,” kata Pristiyono.
Perdebatan semakin memanas, hingga managemen meminta untuk melunasi. Salah satu oknum polisi yang tidak terima langsung todongkan pistol kearah manager, dan mengancam management akan mengoperasi tempat karaoke tersebut.Bahkan salah satu karyawan sempat diborgol oleh salah satu oknum tersebut.**Ibnu W


