Peristiwa

YBM PLN UIT-JBT UPT Semarang dengan IZI Jateng Meresmikan Bantuan Sumur Bor Pesantren

Demak,mediatajam.com – Santri tahfidz semakin banyak serta masuk musim kemarau, YBM PLN UIT-JBT UPT Semarang bersinergi dengan IZI Jawa Tengah meresmikan bantuan sumur bor di Pesantren Tahfidz Anak Madarisul Qur’an, Desa Brambang, Kec. Karangawen, Kab. Demak, Selasa, 7/9/2021.

Program wakaf sumur bor dilaksanakan di pesantren ini mempertimbangkan situasi dan kondisi pesantren yang berbasis Tahfidz untuk anak-anak serta salahsatu daerah yang sering dilanda kekeringan, apalagi ketika kekeringan panjang terjadi.

Kepala Pesantren, Heri Rifki menyampaikan, “Sumber air di dekat sini sudah mulai berkurang dan banyak masyarakat yang membutuhkan, apalagi pas musim kemarau, santri yang jumlahnya banyak harus ekstra hemat apalagi santri merupakan anak-anak kecil. Alhamdulillah melalui IZI dan YBM PLN diberikan rizki air untuk santri disini,” jelasnya.

Ketua YBM PLN UIT-JBT UPT Semarang Yudha Setiawan menyampaikan rasa syukur dan harapannya ,”Alhamdulillah kami dr YBM PLN bersyukur kepada Allah diberi kesempatan untuk dapat berpartisipasi berbagi kebahagiaan khususnya untuk bantuan sumur bor di Ponpes Tahfidz Anak Madarisul Qur’an Kab Demak ini. Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat membantu kebutuhan air bersih di Ponpes ini. Aamiin,” jelasnya.

Bayan Desa Brambang, Hambali, juga menyampaikan terimakasih atas bantuan sumur bor dipesantren ini, “Alhamdulillah berkah di Desa Brambang telah nampak keislamannya, pondok, Alhamdulillah pak Lurah turut senang dengan perkembangan pondok ini. Dari pihak desa baru bisa dialokasikan sumur paling cepat pada Tahun 2022. Alhamdulillah belum Tahun 2022 sudah dapat bantuan dari IZI dan YBM PLN, Pemerintah Desa sangat mengucapkan terimakasih,” ungkapnya.

Kepala Perwakilan IZI Jawa Tengah, Djoko Adhi Saputro, menyampaikan harapan dari program sumur bor ini, “Terimakasih kepada setiap yang telah memberikan hartanya, rezekinya untuk mendukung program amal jariyah sumur bor di Pesantren Madarisul Qur’an ini, mudah-mudahan diberkahi Allah SWT termasuk harta yang masih tersisa. Mohon doa juga amanah yang diberikan kepada kami dapat dipertanggungjawabkan dengan benar,” terangnya melakukan peresmian.

Untuk diketahui, santri dipesantren merupakan anak-anak usia SD dengan target bisa menjadi Tahfidz di usia dini.**ibnu