Demak, media tajam. Com- Pemkab Demak perlu mengkaji dan melakukan evaluasi arah kebijakan pembangunan untuk mengatasi banjir yang semakin masif dikabupaten demak.
Pada Musrenbang RPJMD tahun 2025-2029 Ketua DPRD Demak H Zayinul Fata SE menyarankan agar pola pembangunan dikabupaten demak memprioritaskan pembangunan berbasis mitigasi bencana.
” banjir di demak bukan lagi insiden lima tahunan,tetapi sudah menjadi kejadian rutin yang berdampak luas terhadap sendi sendi kehidupan masyarakat, harus ada kebijakan yang konkret. dengan kondisi alam yang sudah bisa diprediksi,kedepan jangan sampai tidak siap secara kebijakan ” kata Zayin setelah menghadiri acara Musrenbang RPJMD kepada mediatajam.com
Menurut zayin banjir di wilayah kabupaten demak seringkali disebabkan oleh jebolnya tanggul kritis yang tidak kuat menahan luapan air sungai ketika hujan. sebagaimana yang pernah terjadi pada 2024 silam,jebolnya tanggul sungai wulan menyebabkan hampir satu kecamatan karanganyar demak terendam banjir,terbaru pada 18 mei 2025 terjadi banjir di kecamatan bonang akibat tanggul sungai tuntang yang juga jebol lantaran tak kuat menahan luapan air.
Menurutnya pemberian bantuan dan rekontruksi pasca bencana tak sebanding dengan dampak panjang yang harus ditanggung masyarakat korban banjir.
” ribuan hektar Sawah produktif tumpuan ekonomi warga terancam rusak pasca banjir,kita menghimbau pemkab agar kedepan pembangunan infrastruktur di kabupaten demak terintegrasi dengan mitigasi bencana ” kata ketua DPC PKB Demak tersebut.
Pada musrenbang RPJMD Kabupaten demak tahun 2025-2029 Bupati mengusung visi Demak Semakin Bermartabat, Maju, dan Sejahtera untuk merumuskan arah pembangunan lima tahun ke depan dengan menyerap berbagai aspirasi masyarakat.
Berbagai pihak berharap agar penyusunan RPJMD bukan proses yang bersifat seremonial semata,tetapi komitmen pemkab dalam membangun Demak lima tahun kedepan agak benar benar membawa dampak bagi kemajuan dan kesejahteraan warga demak.**Teguh








