Tajam News

Proses PTSL Tak Sesuai Aturan Warga Tawangmas Minta Pendampingan BKBH FH Unisbank

Semarang,mediatajam.com – Sejumlah 14 (empat belas) Warga Kelurahan Tawangmas mendatangi Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum ( BKBH ) Fakultas Hukum ( FH ) Unisbank Semarang di kampus Mugas Jl. Tri Lomba Juang No 01 Semarang (11/8).

Kedatangan warga di terima oleh Ketua BKBH FH Unisbank, Sukarman dan didampingi oleh salah satu staf Pengajar Arikha Saputra.
Warga Tawangmas meminta dan mengharapkan pendampingan terhadap program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di wilayah Kelurahan Tawangmas.

Karman Sastro panggilan akrab Ketua BKBH FH Unisbank mengemukakan, pada subtansinya warga keberatan atas biaya PTSL diluar ketentuan yang diatur.

Memang dalam surat keputusan bersama (SKB) No 25/SKB/V/2017 yang ditanda tangani oleh Menteri Dalam Negeri, Kepala Badan Pertanahan Nasional ( BPN) RI dan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi telah menetapkan bahwa biaya PTSL di Jawa dan Bali sejumah Rp 150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah). Jika ada penarikan biaya diatas ketentuan maka jelas pelanggaran, ungkapnya.

Karman menambahkan, tim BKBH FH Unisbank sedang mengidentifikasi data data yang ada. Jika berkas PTSL warga dikembalikan karena keberatan pungutan diatas ketentuan, maka kita akan mengklarifikasinya melalui DPRD Kota Semarang. Kita sudah buatkan surat audiensi untuk mempertemukan para pihak dalam program PTSL di Tawangmas.

Jika syarat pensertifikatan tanah milik warga memang sudah lengkap menurut hukum kok masih ditolak, maka kita akan adukan ke Presiden Republik Indonesia melalui Kepala Staf Kepresidenan Bidang Agraria. Ini adalah program nasional, maka pemerintah pusat harus melakukan monitoring dan pengawasan di lapangan, harapnya.

Arikha Saputra menambahkan, surat kuasa warga sudah ditanda tangani dan hari ini kita langsung kirimkan surat audiensi ke DPRD Semarang. Jika bisa diselesaikan ditingkatan pemerintah kota Semarang, tak perlu kita buatkan surat ke Kepala Staf Kepresidenan, ujarnya. ** SF